Malaysia Percepat Mandatori Bio Solar B15 Demi Ketahanan Energi

Senin, 27 April 2026 | 10:45:07 WIB
ilustrasi bio solar b15

KUALA LUMPUR – Malaysia ambil langkah strategis percepat implementasi Bio Solar B15 untuk menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.

Kebijakan ini menjadi fokus utama pemerintah dalam merespons dinamika pasar energi global yang tidak menentu.

Peningkatan bauran energi terbarukan ini diharapkan mampu memberikan ruang napas bagi anggaran negara melalui pengurangan impor minyak.

"Langkah ini penting untuk memastikan ketahanan energi jangka panjang bagi negara kita," ujar Datuk Seri Johari Abdul Ghani, Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, dilansir dari idnfinancials.com, Senin (27/4/2026).

Datuk Seri Johari Abdul Ghani menyatakan bahwa penggunaan bauran minyak sawit sebanyak 15% tersebut akan diuji coba pada sektor transportasi darat terlebih dahulu.

Rencana ini juga bertujuan untuk menstabilkan harga komoditas kelapa sawit di tingkat petani lokal melalui penyerapan pasar domestik yang masif.

"Kami berkomitmen untuk mempercepat target B15 untuk mendukung keberlanjutan industri sawit dan lingkungan," kata Datuk Seri Johari Abdul Ghani, sebagaimana dikutip dari idnfinancials.com.

Pemerintah juga sedang melakukan koordinasi intensif dengan para produsen otomotif untuk memastikan kesiapan mesin kendaraan terhadap bahan bakar baru tersebut.

Infrastruktur distribusi di depo-depo minyak utama kini mulai ditingkatkan guna mendukung kelancaran penyaluran bahan bakar campuran sawit ini.

"Target awal implementasi ini akan difokuskan pada wilayah tertentu sebelum diterapkan secara nasional tahun depan," tegas Datuk Seri Johari Abdul Ghani, mengutip idnfinancials.com.

Transformasi energi ini dipandang sebagai solusi ganda untuk masalah lingkungan dan kemandirian ekonomi.

Pihak otoritas meyakini bahwa kesiapan teknologi saat ini sudah jauh lebih matang dibandingkan periode awal pengenalan program biodiesel sebelumnya.

Terkini