JAKARTA – BRIN berhasil mengolah sampah plastik menjadi BBM Petasol kualitas diesel yang memberikan potensi keuntungan hingga Rp 4.700 per liter bagi pengelola.
Teknologi ini muncul sebagai jawaban atas persoalan penumpukan limbah anorganik yang kian mengkhawatirkan di berbagai wilayah.
"Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas produk cair dari sampah plastik tersebut setara dengan bahan bakar diesel," ungkap Arthur J. Lincolin selaku Peneliti Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, dikutip dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Arthur J. Lincolin menjelaskan bahwa proses konversi ini menggunakan metode pirolisis yang memecah rantai polimer plastik menjadi fraksi minyak cair.
Bahan bakar alternatif ini kemudian diberi nama Petasol dan telah melalui berbagai tahapan uji laboratorium untuk memastikan standar mutunya.
"Potensi keuntungan ekonomi dari produksi ini mencapai Rp 4.700 per liter setelah dikurangi biaya operasional dan bahan baku," tutur Arthur J. Lincolin, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id.
Perhitungan ekonomi tersebut didasarkan pada asumsi harga jual yang kompetitif di pasar bahan bakar industri atau mesin alat berat.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong partisipasi sektor swasta maupun pemerintah daerah dalam mengelola tempat pembuangan akhir secara lebih produktif.
"Teknologi ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah di lingkungan, tetapi juga menciptakan kemandirian energi di tingkat lokal," tegas Arthur J. Lincolin, seperti dikutip dari kontan.co.id.
Inovasi tersebut berfokus pada jenis plastik polietilena dan polipropilena yang selama ini mendominasi limbah rumah tangga.
Implementasi skala luas di masa depan diprediksi akan mengubah lanskap pengelolaan sampah menjadi industri energi hijau yang menjanjikan.