MALANG – Pemkot Malang optimalkan becak listrik jadi layanan wisata sebagai solusi transportasi ramah lingkungan yang mampu meningkatkan daya tarik destinasi ikonik kota.
Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman baru bagi para pelancong saat menelusuri sudut-sudut bersejarah di wilayah Jawa Timur tersebut.
Peralihan teknologi dari tenaga manusia ke motor listrik diharapkan dapat meringankan beban kerja fisik para pengemudi becak konvensional.
"Program ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menghadirkan transportasi yang bersih dan nyaman di kawasan wisata," ujar Wahyu Hidayat, Penjabat Wali Kota Malang, sebagaimana dilansir dari jatim.antaranews.com, Senin (27/4/2026).
Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa keberadaan armada ini akan difokuskan pada koridor-koridor wisata populer seperti kawasan Kajoetangan Heritage.
Pemerintah juga berencana memberikan pelatihan khusus bagi para pengemudi agar bisa merangkap tugas sebagai pemandu wisata yang informatif bagi penumpang.
"Becak listrik ini tetap mempertahankan bentuk aslinya agar nilai budaya dan sisi estetikanya tidak hilang," kata Wahyu Hidayat, mengutip jatim.antaranews.com.
Wahyu Hidayat memiliki pandangan bahwa modernisasi alat transportasi tradisional adalah kunci untuk menjaga keberlangsungan profesi ini di tengah persaingan zaman.
Uji coba operasional akan dilakukan dalam waktu dekat guna memastikan keamanan teknis kendaraan sebelum dilepas secara masif ke jalan raya.
"Kami ingin para wisatawan bisa menikmati suasana Kota Malang dengan lebih santai tanpa suara bising mesin atau polusi," tutur Wahyu Hidayat, dilansir dari jatim.antaranews.com.
Penyediaan stasiun pengisian daya khusus juga sedang dipersiapkan di titik-titik strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas armada.
Skema sewa atau kepemilikan bagi warga lokal akan diatur lebih lanjut melalui regulasi daerah agar manfaat ekonominya tepat sasaran.