JAKARTA – Memperingati Hari Bumi 2026, Pertamina perkuat transisi energi dan program pemberdayaan masyarakat untuk mendukung target nol emisi karbon di Indonesia.
Langkah ini menegaskan peran strategis perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kedaulatan energi dan kelestarian alam secara jangka panjang.
Inovasi yang diusung berfokus pada pengembangan sumber daya terbarukan yang mampu memberikan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi di sekitar wilayah operasi.
"Pertamina secara konsisten menjalankan program-program yang mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ujar Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, sebagaimana dilansir dari palpos.disway.id, Senin (27/4/2026).
Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa perusahaannya kini tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur energi bersih dari hulu ke hilir.
Program Desa Energi Berdikari menjadi salah satu ujung tombak dalam menciptakan kemandirian energi berbasis potensi lokal yang tersebar di berbagai pelosok.
"Komitmen ini bukan sekadar seremoni Hari Bumi, melainkan aksi nyata Pertamina dalam mempercepat transisi energi menuju Net Zero Emission 2060," kata Fadjar Djoko Santoso, mengutip palpos.disway.id.
Fadjar Djoko Santoso berpendapat bahwa kolaborasi aktif dengan warga menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati.
Perusahaan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi rendah karbon untuk meminimalisir jejak emisi dari setiap aktivitas industri yang dijalankan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes energi yang dihasilkan membawa manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutur Fadjar Djoko Santoso, dilansir dari palpos.disway.id.
Hingga kuartal 1 tahun 2026, sejumlah titik proyek energi hijau telah menunjukkan hasil signifikan dalam mengurangi beban polusi udara.
Kesadaran kolektif yang dibangun melalui edukasi lingkungan diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional secara kolektif dan menyeluruh.