Baterai EV Baru Bisa Isi Daya Kilat dan Tempuh Jarak Jogja-Bali

Senin, 27 April 2026 | 14:22:37 WIB
ilustrasi Baterai EV

JAKARTA – Terobosan teknologi baterai EV baru bisa isi daya kilat dengan jangkauan jarak tempuh setara Jogja-Bali menggunakan material yang melimpah di Indonesia.

Kehadiran inovasi ini diprediksi akan menghapus keraguan masyarakat mengenai durasi pengisian daya kendaraan listrik yang selama ini dianggap memakan waktu lama.

Kemampuan jelajah yang luas memungkinkan pengemudi melakukan perjalanan lintas provinsi tanpa sering berhenti di stasiun pengisian.

"Teknologi baterai EV baru bisa isi daya kilat ini menggunakan material berbasis nikel dan kobalt yang cadangannya sangat besar di tanah air," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, sebagaimana dilansir dari suara.com, Senin (27/4/2026).

Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa pengembangan sel baterai ini melibatkan riset mendalam untuk memastikan stabilitas suhu saat proses pengisian energi berlangsung sangat cepat.

Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri mineral agar nilai tambah dari material mentah tersebut bisa dirasakan langsung oleh industri otomotif domestik.

"Kami optimistis bahwa dengan dukungan bahan baku lokal, harga kendaraan listrik di pasar nasional akan semakin terjangkau bagi masyarakat," tutur Agus Gumiwang Kartasasmita, mengutip suara.com.

Agus Gumiwang Kartasasmita berpendapat bahwa kemandirian teknologi baterai akan menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik di level global.

Beberapa produsen otomotif ternama dilaporkan mulai melirik hasil riset ini untuk diintegrasikan ke dalam model mobil listrik terbaru mereka tahun depan.

"Jarak tempuh yang dihasilkan mampu mencapai lebih dari 1.000 kilometer, atau setara dengan perjalanan dari Jogja menuju Bali hanya dalam sekali pengisian," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, dilansir dari suara.com.

Keunggulan teknis ini menjadi jawaban atas tantangan infrastruktur pengisian daya yang belum merata di beberapa wilayah terpencil.

Optimisme baru ini diharapkan mampu mempercepat target transisi energi menuju emisi nol bersih yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Terkini