JAKARTA – Melalui langkah strategis, Toyota gandeng CATL produksi baterai hybrid di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik dan target ekspor mulai tahun 2026.
Langkah besar ini menandai penguatan lokalisasi komponen kendaraan listrik yang digarap oleh pabrikan otomotif asal Jepang tersebut di tanah air.
Proyek ambisius ini diharapkan mampu mengubah peta kekuatan industri otomotif nasional dari sekadar perakit menjadi produsen komponen inti.
"Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kandungan lokal pada kendaraan elektrifikasi yang kami produksi di Indonesia," ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), sebagaimana dilansir dari telset.id, Senin (27/4/2026).
Nandi Julyanto menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi baterai terbaru dari CATL akan diaplikasikan pada jajaran mobil hybrid generasi mendatang.
Sinergi ini juga mencakup transfer teknologi yang krusial bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor energi terbarukan.
"Kami menargetkan produksi perdana dari fasilitas ini sudah bisa dikirim ke pasar mancanegara mulai tahun 2026 mendatang," kata Nandi Julyanto, mengutip telset.id.
Nandi Julyanto berpendapat bahwa kemandirian dalam memproduksi baterai sendiri akan secara signifikan menurunkan biaya operasional dan harga jual kendaraan ramah lingkungan.
Pasar Asia Tenggara menjadi tujuan utama pengiriman unit hasil produksi dalam negeri selain untuk memenuhi tingginya permintaan domestik.
"Kolaborasi strategis dengan CATL ini memastikan bahwa standar kualitas baterai yang diproduksi di Indonesia tetap memenuhi kriteria global," tegas Nandi Julyanto, dilansir dari telset.id.
Kapasitas pabrik yang disiapkan diprediksi mampu menyokong volume produksi ribuan unit per tahun guna mendukung target karbon netral pemerintah.
Upaya ini mempertegas peran strategis Indonesia sebagai pusat manufaktur kendaraan masa depan yang berkelanjutan di kawasan regional.