CILEGON – Kota Cilegon resmi terpilih dalam Program PSEL Batch 2 perkuat pengelolaan sampah berbasis teknologi guna mengubah limbah menjadi sumber energi terbarukan.
Pemerintah Kota Cilegon bersiap mengimplementasikan sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari strategi nasional penanganan limbah perkotaan.
Pemilihan wilayah ini didasari atas kesiapan infrastruktur dan komitmen kuat otoritas setempat dalam menangani tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.
Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian, menyatakan bahwa keberlanjutan program ini akan memberikan dampak signifikan bagi kesehatan masyarakat serta ketersediaan energi bersih di masa depan.
"Cilegon terpilih masuk dalam jajaran kota pelaksana PSEL Batch 2 karena kita dianggap paling siap secara teknis maupun dukungan kebijakan daerah," ujar Helldy Agustian, sebagaimana dilansir dari berita.cilegon.go.id, Selasa (28/4/2026).
Pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini diproyeksikan mampu mereduksi volume limbah hingga lebih dari 80 persen setiap harinya.
Teknologi yang digunakan diklaim ramah lingkungan dan mampu menghasilkan output berupa tenaga listrik yang dapat disalurkan kembali untuk kepentingan publik.
Helldy Agustian berpendapat bahwa kolaborasi dengan berbagai kementerian akan mempercepat proses konstruksi fisik pabrik pengolahan tersebut agar bisa beroperasi pada tahun mendatang.
"Kami menargetkan proyek PSEL ini menjadi solusi permanen agar sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan aset yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi bagi warga Cilegon," kata Helldy Agustian, sebagaimana dilansir dari berita.cilegon.go.id, Selasa (28/4/2026).
Skema pendanaan proyek ini melibatkan investasi yang cukup besar dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Para tenaga ahli lokal akan dilibatkan dalam operasional harian guna memastikan transfer teknologi berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Pemerintah daerah berharap langkah besar ini mampu menjadikan Cilegon sebagai percontohan kota industri hijau yang sukses mengelola limbah secara mandiri.