Kementerian ESDM Uji Coba Biodiesel B50 pada Sektor Perkeretaapian

Selasa, 28 April 2026 | 12:22:12 WIB
ilustrasi biodisel

JAKARTA – Kementerian ESDM resmi melakukan uji coba biodiesel B50 pada sektor perkeretaapian guna mempercepat transisi energi hijau dan menekan emisi karbon nasional.

Penggunaan campuran minyak kelapa sawit sebesar 50 persen ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah menuju kedaulatan energi yang lebih bersih.

Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pengujian ini dilakukan untuk melihat dampak penggunaan bahan bakar tersebut terhadap komponen mesin kereta api secara mendalam.

"Uji coba B50 ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden untuk terus meningkatkan pencampuran bahan bakar nabati," ujar Eniya Listiani Dewi, dilansir dari asatunews.co.id, Selasa (28/4/2026).

Langkah teknis ini melibatkan kolaborasi antara produsen bahan bakar, penyedia layanan transportasi, dan lembaga riset untuk memastikan keamanan operasional.

Sektor transportasi menjadi prioritas utama karena memiliki volume konsumsi bahan bakar yang sangat besar dalam aktivitas harian.

Direktur Jenderal EBTKE menekankan bahwa hasil dari tes ini akan menjadi landasan kebijakan sebelum implementasi dilakukan secara masif di seluruh wilayah.

"Kami ingin memastikan bahwa performa mesin tetap terjaga dan tidak ada kendala teknis yang berarti selama penggunaan B50 di lapangan," tutur Eniya Listiani Dewi, sebagaimana dilaporkan asatunews.co.id.

Evaluasi berkala terhadap emisi gas buang dan tingkat konsumsi bahan bakar dilakukan oleh tim ahli sepanjang periode pengujian berlangsung.

Target pemerintah adalah menciptakan ekosistem transportasi yang tidak hanya efisien secara ekonomi tetapi juga selaras dengan perlindungan lingkungan hidup.

Terkini