Pemerintah Percepat Hilirisasi Perkebunan Menjadi Biofuel Nasional

Selasa, 28 April 2026 | 13:15:06 WIB
ilustrasi Biofuel Nasional

JAKARTA – Pemerintah secara masif kian percepat hilirisasi perkebunan menjadi biofuel guna menjamin kemandirian energi nasional dan menekan ketergantungan bahan bakar fosil.

Transformasi komoditas mentah menjadi bahan bakar siap pakai ini menjadi prioritas utama dalam peta jalan ekonomi berkelanjutan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi tawar sektor perkebunan di kancah global.

"Demi kemandirian energi, pemerintah percepat hilirisasi perkebunan menjadi biofuel untuk mengurangi beban subsidi energi yang kian besar," ujar Airlangga Hartarto, sebagaimana dilansir dari beritanasional.com, Selasa (28/4/2026).

Peningkatan kapasitas pabrik pengolahan di dekat sentra perkebunan sedang dioptimalkan guna memotong biaya logistik distribusi.

Investasi pada teknologi pengolahan bahan bakar nabati generasi 2 juga mulai ditarik untuk mengolah limbah menjadi energi yang bernilai ekonomis tinggi.

Airlangga Hartarto berpendapat bahwa keterlibatan pengusaha lokal dan koperasi petani sangat krusial agar manfaat dari rantai pasok energi baru ini dirasakan secara merata.

"Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam transisi energi hijau ini, maka dari itu kebijakan insentif fiskal akan terus kami pertajam," tegas Airlangga Hartarto, mengutip beritanasional.com.

Diversifikasi bahan baku mulai dari kelapa sawit hingga tebu terus diuji coba agar mendapatkan formulasi campuran yang paling efisien bagi mesin kendaraan.

Pemerintah optimistis bahwa ketersediaan biofuel yang melimpah akan menciptakan ketahanan nasional yang lebih solid di tengah dinamika geopolitik dunia.

Terkini