JAKARTA – Langkah strategis Pertamina buka kerja sama sumur idle menjadi bagian dari upaya perusahaan pelat merah tersebut dalam mengejar target lonjakan produksi migas.
Pengaktifan kembali aset-aset yang sempat berhenti beroperasi ini merupakan solusi cepat di tengah upaya pencarian cadangan besar melalui eksplorasi masif.
Pihak manajemen Pertamina Hulu Energi melihat bahwa kolaborasi dengan pihak ketiga akan mempercepat implementasi teknologi yang lebih efisien di lapangan.
"Targetkan lonjakan produksi, Pertamina buka kerja sama sumur idle dengan skema kemitraan yang saling menguntungkan," ujar juru bicara perusahaan, sebagaimana dilansir dari investortrust.id, Selasa (28/04/2026).
Pemilihan mitra akan dilakukan melalui proses evaluasi ketat guna memastikan kesiapan modal dan penguasaan teknis yang mumpuni.
Pemanfaatan sumur lama ini dinilai memiliki risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan pembukaan sumur baru di wilayah yang belum terpetakan.
Direktur Utama Pertamina berpendapat bahwa optimalisasi aset domestik adalah kunci utama dalam mengurangi ketergantungan pada impor energi di masa depan.
"Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi negara melalui peningkatan volume produksi harian secara konsisten," jelas manajemen melalui investortrust.id.
Langkah ini juga memberikan peluang bagi perusahaan jasa penunjang migas lokal untuk berpartisipasi lebih aktif dalam operasional hulu.
Transparansi dalam setiap proses penawaran sumur menjadi komitmen utama guna menjamin iklim investasi yang sehat di sektor energi nasional.