JAKARTA – Indonesia diklaim sukses menempati posisi sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia berkat implementasi strategi transisi energi yang tepat.
Prestasi ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan sumber daya serta memastikan pasokan kebutuhan domestik tetap stabil menghadapi gejolak pasar internasional.
"Kondisi global tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk semakin mengoptimalkan pengembangan panas bumi. Sejalan dengan itu, sebagai world leading geothermal producer, PGE terus berfokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru," kata Ahmad Yani, sebagaimana dilansir dari sumber asli, Senin (4/5/2026).
Ahmad Yani berpendapat, bahwa sinergi antara optimalisasi aset yang sudah ada dengan pengembangan energi baru terbarukan menjadi kunci utama dalam mempertahankan peringkat global tersebut.
Pemerintah terus berupaya memperluas akses energi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Pemanfaatan potensi panas bumi dan sumber daya alam lainnya kini diarahkan untuk menciptakan kemandirian energi yang lebih kuat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan strategis yang mampu menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan hidup.
Sektor investasi energi juga menunjukkan tren positif seiring dengan kepercayaan dunia terhadap stabilitas kebijakan di dalam negeri.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan dan transmisi gas bumi dilakukan secara masif untuk mendukung konektivitas energi nasional yang lebih efisien.
Target jangka panjang adalah memastikan bahwa bauran energi hijau meningkat secara signifikan pada tahun 2030 mendatang.
Posisi kedua dunia ini menjadi motivasi besar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dalam menciptakan teknologi energi yang lebih mutakhir.