JAMBI – Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) sedang mengupayakan kenaikan dana bagi hasil (DBH) demi memastikan daerah memiliki anggaran yang cukup untuk pembangunan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan publik.
"Target utama kami adalah peningkatan lifting minyak sehingga bisa berdampak naiknya DBH bagi daerah penghasil migas," ujar Ketua Umum ADPMET, sekaligus Gubernur Jambi Al Haris saat meresmikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jambi, Kamis (5/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya keadilan fiskal bagi wilayah-wilayah yang selama ini menjadi penyokong utama energi nasional.
Ia menyampaikan bahwa pembahasan mengenai DBH migas menjadi agenda krusial dalam Rakernas kali ini, mengingat regulasi saat ini dianggap masih membatasi ruang gerak fiskal daerah.
ADPMET menyadari bahwa sektor migas merupakan tumpuan utama pendapatan, namun sistem pembagiannya perlu ditinjau kembali agar lebih proporsional.
Oleh karena itu, Al Haris mendorong daerah-daerah penghasil untuk mulai bertransformasi menjadi titik pertumbuhan energi baru.
Salah satu caranya adalah melalui optimalisasi lapangan minyak yang menganggur guna mendongkrak produksi nasional.
Selain itu, menurutnya, pembangunan kilang di mulut tambang sangat dibutuhkan.
Hal ini bertujuan agar daerah tidak hanya menjadi lokasi eksploitasi, melainkan juga berfungsi sebagai pusat pengolahan.
Al Haris pun mengajak seluruh anggota ADPMET agar tetap solid dalam menuntut hak daerah, termasuk pelibatan UMKM serta perbankan lokal dalam rantai pasok energi.
Melalui forum Rakernas ini, ADPMET diproyeksikan mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk diajukan kepada pemerintah pusat demi kedaulatan energi serta kesejahteraan daerah.
"Jambi siap meningkatkan lifting minyak dan mengembangkan energi terbarukan.
Kami optimistis dengan dukungan semua pihak, daerah penghasil akan menjadi motor penggerak ekonomi hijau di tengah dinamika geopolitik global," tuturnya.