Tingkatkan Kompetensi, 64 Pemuda OAP Ikuti Pelatihan Migas di Cepu
CEPU - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah memberangkatkan sebanyak 64 pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti pelatihan vokasi di PPSDM Migas Kementerian ESDM Cepu, Jawa Tengah.
Program tersebut resmi dibuka pada Senin, 11 Mei 2026, oleh Koordinator Pengembangan SDM PPSDM Migas, F.X.
Yudi Tryono, bersama Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso.
Kegiatan ini merupakan wujud kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dengan PPSDM Migas dalam rangka meningkatkan kompetensi pemuda OAP pada sektor industri migas.
Seluruh biaya pelatihan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 melalui penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua.
Sebanyak 64 peserta bakal mengikuti pelatihan selama 27 hari untuk tiga bidang kejuruan, yakni Operator Forklift, Operator Mobile Crane, dan Juru Ikat atau Rigger.
Selain itu, telah dijadwalkan pula pelatihan pada bidang Operator Pembersihan Latihan Sumur yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang.
Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, menyatakan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah daerah guna mencetak tenaga kerja OAP yang kompeten serta memiliki sertifikat nasional.
“Kami berharap OAP tidak hanya menjadi saksi atas kekayaan alamnya. Melalui pelatihan intensif di Cepu ini, kami sedang menyiapkan aktor utama pembangunan di Papua Barat Daya,” ujar Suroso.
Suroso memaparkan bahwa setelah masa pelatihan selesai, seluruh peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Ia berpendapat bahwa kebutuhan akan tenaga kerja teknis bersertifikat di Papua Barat Daya terus meningkat seiring dengan perkembangan sektor industri dan energi.
Hal itu menjadikan ketersediaan tenaga kerja lokal berkemampuan tinggi sebagai kebutuhan mendesak bagi daerah.
“Ini adalah investasi sumber daya manusia. Kami ingin memutus mata rantai pengangguran dengan memastikan anak muda OAP memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global dan ketahanan energi nasional,” katanya.
Di sisi lain, pihak PPSDM Migas Cepu menegaskan kesiapan dalam menyelenggarakan pelatihan berstandar industri agar para peserta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui keberlangsungan program ini, para peserta diharapkan dapat segera terserap oleh pasar kerja dan mengisi posisi strategis pada berbagai proyek industri di wilayah Papua Barat Daya.