PLN EPI Kembangkan Bioenergi Sorgum untuk Mendukung Transisi Energi

PLN EPI kembangkan bioenergi, ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Kamis, 21 Mei 2026 | 09:58:53 WIB

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tengah menjajaki kerja sama pengembangan bioenergi berbasis tanaman sorgum bersama PT Sorbu Agro Energi sebagai langkah strategis dalam mendukung transisi energi serta mencapai target net zero emission (NZE).

Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa biomassa memiliki keunggulan signifikan dalam menurunkan emisi karbon secara langsung melalui substitusi batu bara pada pembangkit listrik.

"Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi."

Ia menambahkan pengembangan bioenergi berbasis sorgum tidak hanya mendukung transisi energi, namun juga selaras dengan agenda Astacita pemerintah, yakni penguatan ketahanan energi serta ketahanan pangan nasional.

Saat ini, berbagai negara seperti Jepang dan Korea Selatan terus meningkatkan penggunaan biomassa sekaligus aktif mencari sumber pasokan baru.

PLN EPI tercatat telah mengembangkan hampir 14 jenis biomassa guna memenuhi kebutuhan cofiring PLTU.

Hingga saat ini, perusahaan telah memastikan kontrak pasokan biomassa sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Dalam kolaborasi yang disahkan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta pada Senin (18/5/2026), PLN EPI bertindak sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sementara proses budi daya dilakukan oleh mitra.

PLN EPI menjamin kepastian penyerapan serta skema bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha.

"Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budi daya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan."

Sementara itu, Direktur Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini mengelola konsesi lahan sekitar 10.000 hektare di Gorontalo, dengan potensi pengembangan mencapai 40.000 hektare melalui program perhutanan sosial.

Pengembangan tahap awal akan dilaksanakan di Desa Totopo, Gorontalo, dengan luas lahan 218 hektare yang berjarak sekitar 56 kilometer dari PLTU Anggrek, Gorontalo Utara.

Proyek ini akan dikembangkan menggunakan pendekatan pentaheliks yang mengikutsertakan pemerintah/BUMN, masyarakat/komunitas, pihak swasta, akademisi, serta media.

"Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo."

Ruang lingkup kerja sama kedua belah pihak meliputi studi pengembangan bioenergi, pembangunan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan biomassa kayu dan sumber daya hayati lainnya untuk mendukung transisi energi nasional.

Hokkop menambahkan bahwa kolaborasi pengembangan bioenergi sorgum ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem energi bersih berbasis kerakyatan, di mana potensi lokal diolah menjadi solusi global untuk menurunkan emisi, memperkuat ketahanan energi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Talita Malinda