Efek Perang Buat Permintaan PLTS Melonjak dan Ekspor Cina Pecah Rekor
- Senin, 27 April 2026
BEIJING – Kondisi geopolitik global memicu permintaan PLTS melonjak drastis hingga mendorong volume ekspor panel surya asal Cina mencatatkan rekor tertinggi sejarah.
Konflik bersenjata yang berkepanjangan telah memaksa banyak negara di dunia untuk segera melepaskan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Langkah percepatan transisi energi ini diambil demi mengamankan kedaulatan listrik domestik dari fluktuasi harga komoditas global.
Baca JugaKemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan AI
"Lonjakan permintaan ini didorong oleh upaya banyak negara untuk mencari sumber energi alternatif yang lebih stabil dan murah di tengah ketidakpastian geopolitik," ungkap analis riset energi, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Negara-negara di kawasan Eropa menjadi motor utama di balik fenomena ini akibat terbatasnya pasokan gas alam yang selama ini menyokong industri mereka.
Para produsen teknologi surya di Cina merespons situasi tersebut dengan memacu kapasitas produksi hingga batas maksimal sepanjang tahun ini.
"Cina berhasil memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat rantai pasok global, yang tercermin dari angka ekspor yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis laporan riset energi, dikutip dari kontan.co.id.
Laporan tersebut juga memaparkan bahwa teknologi panel surya kini dianggap sebagai investasi yang paling masuk akal bagi sektor rumah tangga maupun manufaktur.
Pertumbuhan angka ekspor tersebut tidak hanya terjadi dalam hal volume, tetapi juga mencakup nilai valuasi perdagangan yang meningkat signifikan.
"Tingginya ketergantungan dunia pada produk energi terbarukan dari Cina menunjukkan dominasi negara tersebut dalam peta jalan transisi energi global," ujar sumber industri, mengutip kontan.co.id.
Beberapa negara kini mulai mempertimbangkan pemberian insentif tambahan bagi pemasangan sistem tenaga surya guna meredam inflasi energi.
Persaingan harga yang kompetitif membuat instalasi energi terbarukan ini menjadi solusi instan bagi krisis listrik di banyak negara berkembang.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
2.
3.
Hunian Vertikal 2026: Sinyal Kenaikan di Jabodetabek
- 28 April 2026
4.
Pemkab Dompu Pilih Hemat Energi Daripada Terapkan WFH
- 28 April 2026
5.
Rincian Ganti Baterai Suzuki Ertiga Hybrid Terbaru 2026
- 28 April 2026











