Strategi Jaringan Gas Rumah Tangga Tekan Ketergantungan LPG Subsidi

Strategi Jaringan Gas Rumah Tangga Tekan Ketergantungan LPG Subsidi
Gas Rumah Tangga. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Upaya pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) kini menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah guna memperkokoh ketahanan energi nasional. 

Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pada Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi, yang urgensinya kian meningkat sejalan dengan bertambahnya infrastruktur pipa gas bumi nasional dalam beberapa waktu terakhir.

Arief Wardono, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), menjelaskan bahwa Indonesia kini telah memiliki jaringan pipa gas sepanjang 22.821 kilometer (KM). 

Baca Juga

Tragedi Erupsi Dukono, Pemandu Ungkap Detik-Detik Rekannya Terhantam Batu

Jaringan ini mencakup pipa transmisi, distribusi, hingga jargas yang dikelola oleh badan usaha pengangkutan serta niaga gas bumi.

Pertumbuhan yang paling mencolok terlihat pada rentang tahun 2020-2022, khususnya pada penambahan pipa jargas.

 Hal ini dikarenakan Program Gasifikasi Rumah Tangga telah ditetapkan sebagai prioritas pemerintah dalam mensubstitusi LPG bersubsidi.

Arief berpendapat bahwa ekspansi jargas adalah langkah strategis untuk meningkatkan cadangan gas bumi nasional.

 Namun, tantangan yang ada terletak pada aspek sinkronisasi regulasi, kesiapan infrastruktur, dan tata kelola distribusi agar pemanfaatannya bagi masyarakat bisa lebih optimal. 

Saat ini, dengan panjang pipa yang ada, infrastruktur dinilai sudah siap dan cadangan gas pun masih tersedia.

“Jadi tinggal bagaimana kami memanfaatkan atau mensinkronisasikan antara regulasi, infrastruktur, dan tata kelola distribusi gas bumi nasional,” paparnya.

Agung Kuswardono selaku Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM juga menegaskan bahwa jargas merupakan salah satu prioritas energi nasional.

 Saat ini, pemerintah tengah mengkaji pemberian insentif untuk pengembangan infrastruktur serta penguatan ketahanan energi domestik.

“Diharapkan melalui diskusi antara pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat pengaturan regulasi di sektor gas bumi,” kata Agung.

Di sisi lain, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Pertamina Gas Negara Tbk, Hery Murahmanta, turut memberikan pandangan optimis mengenai masa depan gas bumi di kancah nasional.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Insentif Mobil Listrik Nikel Bakal Lebih Tinggi, Begini Kata BYD

Insentif Mobil Listrik Nikel Bakal Lebih Tinggi, Begini Kata BYD

Hyundai Dukung Insentif EV untuk Atasi Kenaikan Harga BBM Nasional

Hyundai Dukung Insentif EV untuk Atasi Kenaikan Harga BBM Nasional

Pemprov Babel Finalisasi Raperda Timah Rakyat Demi Kesejahteraan

Pemprov Babel Finalisasi Raperda Timah Rakyat Demi Kesejahteraan

PetroChina Pastikan Upah Pekerja Sesuai UMK dan Terlindungi Jaminan

PetroChina Pastikan Upah Pekerja Sesuai UMK dan Terlindungi Jaminan

Investasi Migas Sumut: EMP Gebang Mulai Persiapan Bor di Langkat

Investasi Migas Sumut: EMP Gebang Mulai Persiapan Bor di Langkat