Keputusan Juri LCC MPR RI Kalbar Viral, Alasan Artikulasi Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:49:55 WIB
Viral Cerdas Cermat MPR RI, Alasan Artikulasi Bikin Warganet Murka. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA – Babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 untuk tingkat Provinsi Kalimantan Barat tengah menjadi pusat perhatian di dunia maya. 

Hal ini dipicu oleh keputusan panel juri yang dianggap tidak konsisten dalam menilai jawaban dua peserta yang memiliki substansi serupa. 

Unggahan video tersebut tersebar luas di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, hingga X (Twitter). Netizen memberikan sorotan tajam pada penggunaan alasan "artikulasi" oleh juri untuk membedakan perolehan poin antarsiswa.

Insiden ini terjadi dalam final LCC Empat Pilar MPR RI di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). 

Pada sesi rebutan, muncul pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa DPR memilih anggota BPK dengan mempertimbangkan masukan DPD dan kemudian diresmikan oleh Presiden.

 Namun, tim tersebut justru dijatuhi pengurangan skor sebesar minus 5 oleh juri.

Tak lama kemudian, pertanyaan serupa dilempar kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas.

 Jawaban yang dinilai netizen memiliki inti yang sama justru mendapatkan poin sempurna 10.

 Kondisi ini memicu protes dari Regu C yang merasa diperlakukan tidak adil, meski dewan juri tetap mempertahankan penilaian mereka.

Indri Wahyuni, salah satu juri, memberikan penjelasan bahwa perbedaan nilai terjadi karena artikulasi peserta SMAN 1 Pontianak dianggap tidak jernih, sehingga jawabannya dinilai tidak lengkap.

 Klarifikasi ini justru memicu gelombang kritik yang lebih luas di media sosial, di mana publik mempertanyakan logika perbedaan artikulasi yang menghasilkan selisih poin sangat jauh.

Beberapa komentar menyindir bahwa kompetisi ini lebih mirip lomba pelafalan daripada ujian pengetahuan kebangsaan.

 Tagar mengenai isu ini sempat menjadi tren, disertai tuntutan publik akan transparansi dan evaluasi sistem lomba.

Rangkuman Reaksi Warganet 

"Nyalahin artikulasi. Itu Cerdas Cermat atau Indonesian Idol?" sindir musisi Fiersa Besari di akun X miliknya.

"Kok bisa jurinya orang tidak qualified dan bermutu padahal ini event nasional, mereka telah merusak mental anak anak peserta, sungguh memalukan itu juri yang memberi nilai -5 dan yang bilang artikulasi," kritik @sri_gunadi.

"Ini bukan masalah artikulasi tapi juri yg gak fokus dan arogan gak mau mengakui kesalahan," ujar @kalijaga113.

"Parahnya si juri udah salah gk minta maaf malahan nyalahin anak² kata artikulasi kurang jelas dan parahnya lagi si mc ngomong anak² harus terima keputusan juri karna jurinya berkompeten, gila kesalahan koh harus d terima," kata @rV230523.

"Kedua juri dan MC harus mendapat efek jera, karena melecehkan anak yg berargumen benar dan bisa dibuktikan.. Juga rasisme krn artikulasi dipermasalahkan.." usul @MDalwayssmile.

"Udah mah anti kritik, ngegas pula. Pake segala nyalahin artikulasi. Padahal kl emg ga denger bisa minta ulang, atau simply cek rekamannya. Ga mau keliatan salah banget. Respon MC-nya jg ngeselin, dih!" @orenjjisun.

Tanggapan MPR

 Menanggapi polemik yang semakin meluas, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. 

Ia mengakui adanya kekurangan dalam manajemen lomba dan menjanjikan perbaikan ke depannya.

"Kami akan evaluasi sistem perlombaan, kinerja juri, teknis tata suara, hingga mekanisme banding agar kejadian seperti ini tidak terulang," ujarnya dikutip dari detiknews.

Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah juga menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi internal.

 Evaluasi ini mencakup sistem penilaian, kejelasan artikulasi, verifikasi jawaban, hingga prosedur penanganan keluhan peserta.

 Isu ini juga diduga berkaitan dengan kendala teknis pada sistem suara di lokasi yang membuat suara peserta sulit terdengar jelas.

Meskipun diwarnai kontroversi, SMAN 1 Sambas tetap ditetapkan sebagai juara dan akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

 LCC Empat Pilar MPR RI sendiri adalah ajang edukasi kebangsaan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bagi generasi muda.

 Namun, kasus ini menjadi sorotan karena dianggap mencederai nilai keadilan dan sportivitas kompetisi.

Terkini