Ahli Belanda di SPS Undip: Urgensi Energi Terbarukan bagi Bangunan

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:55:05 WIB
Langkah Strategis SPS Undip (FOTO: NET)

SEMARANG - Berbagai pakar lingkungan dari tingkat internasional menggarisbawahi pentingnya implementasi energi terbarukan untuk mengakhiri ketergantungan terhadap penggunaan batu bara maupun minyak bumi. 

Pemanfaatan sumber energi jenis ini dinilai jauh lebih bersih bagi ekosistem, memiliki sifat terbarukan, serta sanggup menjamin keberlanjutan hidup di masa depan. 

Kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan penggunaan BBM serta batu bara yang ketersediaannya terus menyusut dan memicu level polusi yang mencemaskan.

Sudut pandang ini dikemukakan oleh Guru Besar Saxion University of Applied Science dari Belanda, Prof Bram Enthrop PhD, di Sekolah Pascasarjana (SPS) Undip.

"Terdapat berbagai sumber energi alternatif terbarukan, yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti energi berbahan dasar fosil," urai Prof Bram, dalam Kuliah Umum bertemakan "Sustainable and Energi Efficient Buildings, Advancing Performa throught Facility Management 2026'', Senin (11/5/2026).

Merujuk pada penjelasan Prof Bram, berbagai sumber energi alternatif yang dapat dioptimalkan secara luas meliputi tenaga matahari, air, angin, biomassa, hingga panas bumi. 

Selain itu, diskusi tersebut menyoroti dampak pembangunan gedung pencakar langit yang memicu fenomena Urban Heat Island, meningkatkan emisi karbon, serta mengurangi area resapan air yang berujung pada bencana banjir.

 Bangunan-bangunan tinggi umumnya menggunakan material dengan kandungan karbon tinggi serta memerlukan konsumsi energi dalam jumlah besar untuk operasional harian.

Prof Bram juga membagikan pengalaman masyarakat Belanda dalam membangun kawasan hunian yang berlandaskan prinsip pelestarian lingkungan berkelanjutan. 

Upaya tersebut mencakup penerapan sistem energi yang sangat efisien serta pemilihan bahan bangunan yang lebih bersahabat dengan ekosistem.

 Pilihan utama untuk meminimalisir kerusakan lingkungan adalah dengan mengutamakan penggunaan energi surya, angin, maupun air.

Prof Bram bersama jajaran ahli lingkungan global lainnya berkumpul di SPS Undip untuk menganalisis strategi perlindungan alam sekaligus mendukung visi pembangunan yang ramah lingkungan.

Terkini