Perpanjang Kerja Sama MENTARI, Inggris Fokus pada Energi Bersih RI

Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Inggris Graham Stuart meluncurkan perpanjangan Program MENTARI hingga 2027. (Sumber Foto: NET)Analisis Volatilitas Energi
Penulis: Talita Malinda
Kamis, 04 Juni 2026 | 15:09:21 WIB

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan peluncuran perpanjangan kerja sama Program MENTARI bersama Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris Graham Stuart.

Sebelum peresmian, kedua menteri tersebut menggelar pertemuan bilateral guna menyepakati penguatan kolaborasi yang sudah berjalan.

"Inggris berkomitmen akan meningkatkan dukungannya dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia. Awalnya, program MENTARI dijadwalkan akan berakhir pada 2024, namun sekarang akan diperpanjang hingga tahun 2027. Inggris juga akan memberikan tambahan GBP6,5 juta atau setara Rp135 miliar untuk mempertahankan dan meningkatkan inisiatif program tersebut," ujar Arifin pada keterangan pers usai peluncuran perpanjangan Program MENTARI di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (4/8/2023).

Arifin menjelaskan bahwa MENTARI telah menjadi mitra strategis Kementerian ESDM dalam meningkatkan perencanaan dan pengadaan energi terbarukan, baik pada aplikasi on-grid maupun off-grid, dengan menitikberatkan pada kebijakan, rekomendasi, serta kajian teknis.

"Mereka juga telah menyiasati beberapa proyek energi rendah karbon dan melaksanakan proyek percontohan di bagian timur Indonesia," ujar Arifin dalam keterangan tertulis.

Arifin menambahkan, selain MENTARI, Inggris juga memberikan dukungan aktif melalui berbagai skema lain seperti Just Energy Transitions Partnership (JETP) dan Joint Economic And Trade Committee (JETCO).

"Kami proyeksikan bahwa kemitraan ini akan terus berkembang, mempromosikan kerja sama teknis, perdagangan berkelanjutan, dan investasi hijau antara kedua negara," tambahnya.

Selanjutnya, Arifin menyatakan bahwa Indonesia terbuka bagi lebih banyak mitra internasional guna mendukung transisi energi yang cepat dan efektif.

Indonesia memerlukan investasi senilai USD 1 Triliun pada 2060 untuk kebutuhan pembangkit dan transmisi energi terbarukan.

"Kebutuhan akan dukungan finansial akan semakin meningkat karena kami akan menerapkan pensiun dini pembangkit listrik berbahan bakar batubara di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, kami membuka peluang investasi dan kerjasama yang luas untuk mencapai target tersebut," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas, yang telah terlibat dalam perencanaan serta pelaksanaan MENTARI.

"Dukungan berkelanjutan, kolaborasi, dan komitmen, akan memastikan program MENTARI berada di jalur yang tepat dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," ujar Arifin.

Pada momen yang sama, Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris Graham Stuart menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemeran kunci dalam transisi energi bersih.

Dengan dukungan keahlian dan investasi dari Inggris, Indonesia kini tengah mengakselerasi peralihan dari batubara menuju energi bersih.

"Menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, Indonesia dapat berperan utama dalam transisi energi bersih di Asia Tenggara. Dengan bantuan keahlian dan investasi Inggris, Indonesia tengah mempercepat transisinya dari batu bara ke listrik bersih, serta bekerja keras dalam mencapai net zero pada tahun 2060 atau lebih cepat," ujar Stuart.

Stuart turut menambahkan bahwa MENTARI dirancang untuk membantu Indonesia merealisasikan potensi energi terbarukannya.

"Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan perpanjangan Kemitraan Energi Rendah Karbon MENTARI UK-Indonesia. Program ini bekerja sama dengan mitra-mitra kami di Indonesia untuk mempercepat investasi energi terbarukan guna membantu transisi Indonesia menuju ekonomi hijau, membantu negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara ini mewujudkan potensi energi terbarukannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, program ini berlangsung pada 2020-2024 sebagai tindak lanjut MoU antara KESDM dan Foreign and Commonwealth Office UK di bidang pengembangan energi rendah karbon.

Kini, telah dilakukan addendum perpanjangan durasi selama tiga tahun hingga 2027 serta penambahan Dewan Pengarah dari Kepala BPSDM ESDM.

Beberapa capaian program MENTARI di antaranya adalah peresmian dua PLTS di Sumba Tengah pada 24 Agustus 2022 yang melayani 200 rumah tangga di Desa Mata Redi dan Desa Mata Woga, serta pendampingan terhadap PT SMI dalam pengembangan proyek energi terbarukan melalui skema blended finance untuk meningkatkan bankabilitas proyek hingga mencapai target portofolio sebesar 15%.

Reporter: Talita Malinda