HANOI – Penerapan aplikasi listrik tenaga surya dan pertanian menjadi terobosan baru dalam meningkatkan efisiensi lahan serta pendapatan petani melalui energi bersih.
Model integrasi ini memungkinkan pemanfaatan ruang yang sama untuk memproduksi bahan pangan sekaligus membangkitkan arus listrik secara bersamaan.
Langkah ini dinilai sangat efektif untuk mengoptimalkan potensi wilayah agraris tanpa harus mengorbankan luas area tanam yang tersedia.
"Model aplikasi listrik tenaga surya dan pertanian ini membantu petani mengurangi biaya produksi secara signifikan karena kemandirian energi yang tercipta," ujar Nguyen Dang Anh Xuan, pakar energi terbarukan, sebagaimana dilansir dari vietnam.vn, Senin (27/4/2026).
Nguyen Dang Anh Xuan menjelaskan bahwa panel surya yang dipasang di atas lahan pertanian juga berfungsi sebagai peneduh bagi tanaman tertentu.
Kondisi tersebut membantu menjaga kelembapan tanah sehingga penggunaan air untuk irigasi bisa jauh lebih hemat dibandingkan metode konvensional.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur panel surya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jika pengaturan cahaya dilakukan dengan tepat," tutur Nguyen Dang Anh Xuan, mengutip vietnam.vn.
Nguyen Dang Anh Xuan berpendapat bahwa sinergi antara teknologi energi dan kearifan lokal pertanian akan menjadi pilar utama dalam menghadapi krisis iklim global.
Pemerintah daerah kini mulai melirik skema ini untuk diterapkan pada sentra-sentra produksi sayuran dan tanaman bernilai tinggi lainnya.
"Kami mendorong integrasi ini secara lebih luas agar ketahanan energi dan pangan dapat tercapai secara beriringan di tingkat desa," kata Nguyen Dang Anh Xuan, dilansir dari vietnam.vn.
Investasi awal untuk pemasangan infrastruktur panel surya diprediksi akan kembali dalam kurun waktu 5 hingga 7 tahun melalui penghematan biaya listrik.
Keberhasilan program ini diharapkan mampu menjadi referensi bagi negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara dalam mengadopsi teknologi agrivoltaik.