Laba Astra Melandai Akibat Penurunan Sektor Otomotif dan Tambang
- Kamis, 30 April 2026
JAKARTA – Laba Astra melandai pada awal tahun 2024 akibat adanya koreksi signifikan pada kontribusi laba dari sektor otomotif dan pertambangan di pasar domestik.
Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar yang sedang menghadapi tekanan daya beli serta fluktuasi harga komoditas global.
Djony Bunarto Tjondro berpendapat, bahwa pelemahan permintaan mobil nasional dan penurunan harga batu bara menjadi faktor utama yang mempengaruhi laba bersih grup.
Baca JugaESDM Respons Tambang Nikel WBN Tutup dengan Opsi Revisi RKAB
"Kinerja Grup pada kuartal pertama 2024 melandai, terutama karena penurunan kinerja dari bisnis otomotif, alat berat dan pertambangan," ujar Djony Bunarto Tjondro, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Penjualan mobil secara wholesales di tingkat nasional mengalami kontraksi hingga 21 persen selama periode 3 bulan pertama tahun ini.
Angka laba bersih yang dibukukan tercatat sebesar 8,8 triliun rupiah atau turun sekitar 9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sektor jasa keuangan justru tampil sebagai penyeimbang dengan mencatatkan pertumbuhan tipis di tengah gejolak pasar modal.
Efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok kini menjadi prioritas manajemen untuk menjaga stabilitas margin perusahaan hingga akhir tahun.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
Minyak Goreng Subsidi Langka di Pasar Tradisional NTB
- 30 April 2026
2.
3.
4.
5.
iCar Generasi Terbaru Tawarkan Konsep Mobilitas Modern
- 30 April 2026











