ESDM Respons Tambang Nikel WBN Tutup dengan Opsi Revisi RKAB

ESDM Respons Tambang Nikel WBN Tutup dengan Opsi Revisi RKAB
ilustrasi esdm

JAKARTA – Pihak ESDM respons tambang nikel WBN tutup dengan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengajukan revisi RKAB demi keberlangsungan operasional di Maluku.

Pemerintah berupaya mencari jalan tengah agar penghentian aktivitas di Weda Bay Nickel tidak berdampak panjang pada ekonomi daerah.

Lana Saria menyampaikan, bahwa perusahaan masih memiliki ruang secara regulasi untuk memperbaiki rencana kerja dan anggaran biaya yang telah diajukan sebelumnya.

Baca Juga

Laba Astra Melandai Akibat Penurunan Sektor Otomotif dan Tambang

"Kami memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan revisi RKAB jika memang terdapat perubahan target atau kendala teknis dalam operasionalnya," ujar Lana Saria, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).

Langkah administratif ini menjadi syarat mutlak sebelum alat-alat berat kembali beroperasi di area konsesi pertambangan tersebut.

Evaluasi ketat dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tonase yang digali sesuai dengan daya dukung lingkungan dan kuota nasional.

Kementerian menekankan pentingnya akurasi data dalam dokumen usulan agar proses verifikasi di tingkat pusat dapat berjalan lebih cepat.

Penyesuaian ini diharapkan selesai dalam waktu dekat sehingga ribuan pekerja dapat kembali menjalankan aktivitas produksi seperti semula.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemkab Serang Fokus Kelola Sampah Jadi Energi Listrik Terbarukan

Pemkab Serang Fokus Kelola Sampah Jadi Energi Listrik Terbarukan

Bea Masuk LPG 0 Persen Jadi Angin Segar Industri Petrokimia

Bea Masuk LPG 0 Persen Jadi Angin Segar Industri Petrokimia

Populasi Motor Listrik Indonesia Melonjak Drastis Tahun 2024

Populasi Motor Listrik Indonesia Melonjak Drastis Tahun 2024

Harga Komoditas Minyak Mentah Melesat 6 Persen di Pasar Global

Harga Komoditas Minyak Mentah Melesat 6 Persen di Pasar Global

Hilirisasi Dongkrak Ekspor Namun Risiko Lingkungan Perlu Diwaspadai

Hilirisasi Dongkrak Ekspor Namun Risiko Lingkungan Perlu Diwaspadai