Amerika Jadi Net Exporter Minyak Pertama Kali Saat Stok Susut

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:19 WIB
ilustrasi Amerika

WASHINGTON – Amerika jadi net exporter minyak untuk pertama kalinya dalam sejarah meskipun laporan menunjukkan adanya penurunan stok cadangan di tingkat domestik saat ini.

Pencapaian ini menandai perubahan radikal dalam keseimbangan energi global yang selama 75 tahun terakhir selalu menempatkan negeri Paman Sam sebagai pembeli bersih.

Bahlil berpendapat, bahwa pergeseran status negara produsen besar menjadi eksportir neto akan sangat mempengaruhi dinamika harga bahan bakar di pasar internasional secara jangka panjang.

"Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasar menjelang Idulfitri," ujar Bahlil, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (20/4/2026).

Data resmi dari Badan Informasi Energi menunjukkan bahwa volume pengiriman ke luar negeri melonjak drastis hingga menembus angka 3 juta barel setiap harinya.

Peningkatan produksi minyak serpih menjadi faktor utama di balik melimpahnya pasokan yang kini mulai membanjiri pelabuhan-pelabuhan ekspor utama.

Meskipun status perdagangan berubah positif, stok mentah komersial justru terpantau turun sebanyak 7,3 juta barel dalam periode mingguan terakhir.

Penurunan ini sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar mengenai kecukupan suplai untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik yang sedang beroperasi maksimal.

Permintaan global yang kuat dari kawasan Eropa dan Asia membantu menjaga momentum pengiriman tetap tinggi meskipun ada ancaman resesi ekonomi dunia.

Beberapa analis menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan hasil dari investasi besar-besaran pada infrastruktur pipa dan terminal pemuatan selama 5 tahun belakangan.

Kapasitas produksi nasional saat ini telah menyentuh angka 11,7 juta barel per hari yang menempatkan mereka di jajaran puncak produsen dunia.

Stabilitas pasokan ini sangat krusial guna meredam dampak pemotongan produksi yang dilakukan oleh organisasi negara-negara pengekspor minyak lainnya.

Terkini