Minyak Goreng Subsidi Langka di Pasar Tradisional NTB

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:42 WIB
ilustrasi minyak goreng

MATARAM – Kondisi minyak goreng subsidi langka mulai dirasakan para pedagang dan konsumen di pasar tradisional yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga di atas HET.

Kekosongan pasokan pada lapak-lapak pedagang kecil terlihat mencolok sejak 3 hari terakhir di pusat perbelanjaan utama.

Bahlil berpendapat, bahwa pengawasan ketat terhadap rantai distribusi dari tingkat pabrik hingga pengecer harus dilakukan secara berkala guna mencegah penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasar menjelang Idulfitri," ujar Bahlil, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (20/4/2026).

Masyarakat kini terpaksa beralih menggunakan minyak goreng kemasan premium yang harganya jauh lebih mahal bagi kantong rumah tangga.

Beberapa agen melaporkan bahwa pengiriman dari pusat mengalami keterlambatan tanpa adanya alasan teknis yang jelas.

Harga di tingkat konsumen saat ini terpantau menyentuh angka 17.000 rupiah per liter melampaui ketentuan batas atas pemerintah.

Pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk menelusuri titik kemacetan aliran barang di lapangan.

Situasi ini sangat berdampak bagi para pelaku usaha mikro yang bergantung pada bahan baku minyak goreng murah untuk produksi harian.

Kenaikan permintaan yang tidak dibarengi dengan ketersediaan barang di gudang distributor memperparah keadaan pasar.

Dinas terkait berjanji akan segera menggelar pasar murah di titik-titik yang paling terdampak kekurangan stok ini.

Kestabilan harga kebutuhan pokok menjadi prioritas agar daya beli warga tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi global.

Terkini