Hilirisasi Dongkrak Ekspor Namun Risiko Lingkungan Perlu Diwaspadai

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:55 WIB
ilustrasi Hilirisasi

JAKARTA – Kebijakan hilirisasi dongkrak ekspor komoditas nasional secara signifikan namun memicu kekhawatiran terkait beban energi serta risiko kerusakan lingkungan hidup.

Lonjakan nilai jual produk olahan mineral di pasar global memang memberikan keuntungan besar bagi cadangan devisa negara tahun ini.

Andry Satrio Nugroho berpendapat, bahwa peningkatan kapasitas produksi pada sektor smelter masih sangat bergantung pada penggunaan energi batu bara yang tinggi.

"Kita melihat ekspor memang meningkat pesat, tapi di sisi lain, jejak karbon dari industri ini juga sangat besar karena sebagian besar smelter masih menggunakan PLTU mandiri," ujar Andry Satrio Nugroho, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan antara ambisi ekonomi dan komitmen terhadap target emisi nol bersih.

Banyak pihak menyoroti potensi degradasi lahan dan pencemaran sumber air di sekitar lokasi pengolahan yang perlu mendapat penanganan serius dari regulator.

Penerapan standar lingkungan yang lebih ketat diharapkan bisa meminimalisir dampak buruk bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lingkar tambang.

Upaya ini menjadi kunci utama agar daya saing produk manufaktur Indonesia tetap diterima oleh pasar internasional yang semakin peduli pada isu keberlanjutan.

Terkini