JAKARTA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk mencatat kenaikan laba bersih hingga 131 persen pada kuartal I-2026 didorong penguatan harga amoniak dan volume operasional.
Emiten di sektor energi dan kimia ini mengawali tahun dengan performa agresif berkat kombinasi kenaikan pendapatan sebesar 37 persen serta pemulihan pasokan gas dari sisi hulu.
“Kami dapat memaksimalkan produksi untuk menangkap momentum positif pasar. Hal ini mencerminkan bagaimana kami mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan pabrik guna memastikan tingkat utilisasi yang tinggi tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan pabrik,” ujar Kanishk Laroya, sebagaimana dilansir dari sumber asli, Senin (4/5/2026).
Kanishk Laroya berpendapat bahwa keberhasilan perseroan menangkap peluang pasar sangat bergantung pada reliabilitas aset yang mampu beroperasi melampaui kapasitas normal.
Harga amoniak dunia yang menyentuh level 455 dolar AS per metrik ton menjadi motor penggerak utama bagi profitabilitas perusahaan.
Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memberikan tekanan positif bagi penguatan harga energi di pasar internasional.
Meskipun harga LPG sempat terkoreksi secara tahunan, tren pemulihan mulai terlihat secara kuartalan dengan kenaikan sebesar 11 persen.
Efisiensi operasional ini tercermin dari angka utilisasi pabrik yang menyentuh 121 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya 104 persen.
Perseroan kini sedang bersiap menghadapi jadwal pemeliharaan rutin pabrik amoniak yang akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari pada bulan ini.
Langkah teknis tersebut merupakan agenda krusial demi menjamin keselamatan serta efisiensi aset untuk jangka panjang pasca pemeliharaan besar terakhir di 2021.
Manajemen tetap optimis terhadap prospek sisa tahun ini mengingat tren harga komoditas yang masih berada dalam jalur pertumbuhan kuat.