Jerman Kembali Ekspor Bersih Listrik Berbasis Energi Hijau

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 19 Mei 2026
Jerman Kembali Ekspor Bersih Listrik Berbasis Energi Hijau
Jerman kembali mengekspor listrik secara bersih. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Pada kuartal pertama tahun 2026, Jerman membukukan volume ekspor listrik yang melampaui angka impor, di mana sektor energi terbarukan memegang porsi kontribusi paling besar.

Jerman kembali mengekspor listrik secara bersih, dengan energi bersih sebagai fokus utama. Faktor determinan dari tren ini berakar pada dinamika fluktuasi harga yang terjadi di pasar.

Berdasarkan rilis data dari Badan Jaringan Listrik Federal Jerman, sepanjang Januari hingga Maret 2026, negara tersebut mendistribusikan ekspor sebesar 17,9 TWh listrik dan mendatangkan impor sebanyak 15,3 TWh. Catatan ini menjadi momentum perdana bagi Jerman dalam membukukan ekspor bersih dalam skala kuartalan sejak kuartal keempat tahun 2023. Sebaliknya, pada rentang waktu yang sama di tahun 2025, Jerman masih berstatus sebagai importir listrik bersih dengan volume mencapai 4,0 TWh.

Badan Jaringan Listrik Federal mengonfirmasi bahwa pemicu utama di balik lonjakan ekspor bersih ini adalah merosotnya harga listrik grosir secara signifikan di pasar domestik Jerman bila dikomparasikan dengan mayoritas negara tetangga. Kondisi tersebut mendorong para vendor listrik di negara mitra untuk lebih memilih menyerap pasokan listrik dari produsen Jerman demi menekan pengeluaran operasional. Di sisi lain, jajaran perusahaan energi dalam negeri juga memangkas volume pengadaan listrik dari luar negeri lantaran pudarnya daya saing harga dari luar.

Menilik dari peta struktur pasar, Austria masih bertahan sebagai negara tujuan ekspor listrik terbesar bagi Jerman pada kuartal pertama tahun 2026, tidak jauh berbeda dengan performa periode yang sama tahun lalu. Aspek yang menarik perhatian, pengiriman listrik ke Denmark dan Norwegia mencatatkan kurva pertumbuhan paling ekspansif, sedangkan distribusi listrik menuju Prancis justru melorot tajam hingga berkurang sekitar separuhnya dibanding kuartal pertama tahun 2025. Dari sisi pemenuhan impor, Denmark tampil sebagai pemasok listrik terbesar untuk Jerman, yang kemudian diikuti oleh Belanda dan Prancis.

Merujuk pada otoritas yang sama, modalitas tenaga angin darat (onshore) menyumbang porsi terbesar dalam keranjang ekspor listrik Jerman. Secara akumulatif, pilar-pilar energi terbarukan memasok 57,1% dari keseluruhan total ekspor listrik negara tersebut. Rasio energi bersih dalam kerangka impor listrik Jerman juga merangkak naik menyentuh angka 50,2%. Kendati demikian, energi nuklir terpantau masih menguasai pangsa pasar terbesar apabila ditinjau berdasarkan klasifikasi rumpun energi individual.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua