Inovasi Mahasiswa Polinef: Dari Aplikasi AI hingga Energi Surya
JAKARTA - Gairah inovasi terus berkembang di lingkungan Politeknik Negeri Fakfak (Polinef). Mahasiswa perguruan tinggi vokasi ini diwajibkan untuk melahirkan karya konkret yang berguna bagi publik, mulai dari optimalisasi aplikasi berbasis kecerdasan buatan sampai energi terbarukan.
Salah satu temuan terkini lahir dari mahasiswa Polinef, Paulus Hegemur, yang sukses menciptakan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan nama Polinef.AI.
Aplikasi itu memperoleh apresiasi luas lantaran dianggap sebagai lompatan baru dalam ranah pendidikan di Kabupaten Fakfak. Pemerintah daerah lewat Dinas Pendidikan setempat pun menyatakan komitmennya untuk menyokong pengembangan aplikasi tersebut supaya bisa digunakan lebih masif di sekolah-sekolah.
Bukan cuma inovasi digital, mahasiswa Polinef juga memperlihatkan sumbangsih nyata pada bidang energi terbarukan. Direktur Polinef, Muhammad Nur, memaparkan bahwa lewat program desa binaan di Kampung Tanama, mahasiswa sukses menerapkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) demi membantu penerangan dan menyokong kegiatan warga.
Agenda ini tidak sekadar menyediakan listrik ramah lingkungan, namun juga menyokong budi daya hidroponik serta optimalisasi teknologi tepat guna. Pada sektor perikanan, segenap civitas akademika Polinef ikut merancang mesin es balok bertenaga surya.
Teknologi tersebut dibuat untuk menolong nelayan wilayah pesisir dalam menjaga kualitas hasil tangkapan ikan, sekaligus menjadi jalan keluar atas minimnya ketersediaan es balok yang selama ini memicu hambatan di Fakfak.
“Inilah buah dari pendidikan vokasi. Mahasiswa diarahkan untuk memiliki kemampuan problem solving dan menciptakan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat maupun dunia industri,” ujar Muhammad Nur kepada Tribunpapuabarat.com, Senin (18/5/2026).
Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri di Papua Barat, Polinef konsisten memacu mahasiswa agar tidak sekadar menyerap teori di dalam kelas, melainkan juga menelurkan karya inovatif yang berdaya guna langsung bagi warga.
“Berbagai inovasi yang lahir dari mahasiswa Polinef diharapkan menjadi bukti bahwa generasi muda Papua Barat mampu bersaing, kreatif, dan menghadirkan perubahan melalui teknologi dan pendidikan terapan,” tutupnya.