SURABAYA - Kehangatan menyelimuti keceriaan jajaran keluarga sewaktu bersama-sama menjajal aktivitas memahat buah dan sayuran (fruit & vegetable carving) di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu (15/5/2026). Melalui ketangkasan tangan para orang tua hingga anak-anak, buah semangka disulap menjadi wujud karya seni yang elok sekaligus unik.
Bukan sekadar menawarkan keasyikan, agenda ini pun bertindak sebagai sarana menghabiskan waktu berkualitas (quality time) yang efisien guna memicu aspek kreativitas, ketekunan, serta kekompakan antaranggota keluarga. Kegiatan memahat buah dan sayur yang mengusung nama ‘The Tropical Carving’ di Kafe Bromo ini sengaja dihadirkan bagi para tetamu yang ingin merasai pengalaman kreatif melalui seni dekorasi buah dalam atmosfer yang karib serta menyenangkan.
“Senang ya, karena saya belum pernah nyobain buat fruit carving bahkan nonton youtube juga belum pernah. Saya lihat tutorial dari chef dan saya coba praktek. Ternyata seru juga. Yang sulit dari awalnya sudah sulit, kelopak awal, pinggiran dalamnya. Pengennya mau coba lagi, biasanya buat tumpengan, buat acara keluarga,” ucap Lily, Minggu (17/5/2026).
Eksplorasi Sisi Kreatif Anak dan Orangtua
Dengan dipandu oleh Chef Alfianto Purnama Putera yang menjabat sebagai Chef de Partie Hotel Sheraton Surabaya, para ibu beserta buah hati mereka tampak bersemangat mempraktikkan kiat menciptakan replika bunga mawar dari medium buah semangka. Agenda ini menantang para pengunjung hotel untuk membedah potensi kreatif mereka lewat metode yang unik sekaligus impresif di tengah momentum libur panjang sekolah maupun kerja. Kemampuan mengukir buah sejatinya tidak melulu berfokus pada keindahan visual semata, melainkan juga menjadi sarana untuk mengapresiasi bahan pangan lokal agar dapat naik kelas menjadi sebuah karya seni dengan nilai jual tinggi.
“Untuk teknik itu bebas, yang penting ada kemauan dan dilatih terus. Teknik garis lurus, dalam, dan luar supaya rapi. Teknik itu bisa diasah saat belajar dan semakin sering, semakin bagus. Ada juga yang pertama tapi bisa, dan ketika ada kemauan belajar terus pasti semakin bagus,” ucap Chef Alfian.
Ukir Buah untuk Pemula
Opsi pemakaian buah semangka dipilih lantaran varietas buah ini sanggup menyajikan kombinasi gradasi warna yang mencolok seperti hijau, merah, serta putih. Di samping itu, semangka dinilai mempunyai karakteristik yang lebih simpel untuk dipahat oleh para pemula.
“Apel juga bisa jadi angsa, nanas bisa jadi bentuk merak, karena ini kami praktek ke tamu hotel jadi yang dasar dulu semangka karena tekturnya empuk buat belajar. Kalau sudah mahir, tingkat buah atau sayurnya bisa ke wortel atau lobak yang keras,” sebutnya.
Adapun instrumen yang dimanfaatkan dalam aktivitas ini berupa pisau khusus bermata tajam serta dilengkapi ujung melengkung yang andal untuk memudahkan pengerjaan pola lekukan pada buah.
Pengalaman Staycation yang Tak Terlupakan
Sesi latihan dengan durasi kisaran 60 menit ini menuntut kadar ketelatenan serta kesabaran yang tinggi, supata keluwesan pergerakan tangan sewaktu memotong buah dapat terbentuk dengan baik.
“Semangka ini bisa untuk gambar mawar, gambar siluet wajah, ikan juga bisa, cakil Bali. Sekarang kami buat mawar, teknik dasar bagi pemula lebih mudah. Bisa juga teknik diaplikasikan di kulit semangka, warna hijau bisa untuk daun,” sebut Chef Alfian.
Melalui kompilasi agenda kreatif tersebut, jajaran manajemen Sheraton Surabaya berkomitmen untuk menyodorkan pengalaman menginap (staycation) yang berkesan di tengah momentum selebrasi Kota Surabaya, sekaligus memosisikan diri sebagai lokasi destinasi alternatif bagi kalangan keluarga untuk melewatkan waktu libur tanpa harus menempuh perjalanan jauh.