Kementerian ESDM Lelang 98 Wilayah Kerja Migas Baru

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia (FOTO: NET)
Penulis: Talita Malinda
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:04:04 WIB

TANGERANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi memulai proses lelang untuk 98 wilayah kerja migas yang baru.

Langkah ini diambil demi mendorong percepatan penemuan cadangan migas baru sekaligus memikat investasi di sektor hulu migas.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengabarkan bahwa dari keseluruhan 118 blok migas yang dipersiapkan, terdapat 20 blok yang prosesnya telah rampung.

Oleh karena itu, saat ini tersisa 98 blok lagi yang resmi dibuka untuk ditawarkan kepada para penanam modal.

"Saya ingin umumkan kami buka tender 118 blok baru untuk melakukan eksplorasi sudah 20 udah selesai ya, berarti tinggal 98 blok baru," kata Bahlil di acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).

Dirinya kemudian mempersilakan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mengambil bagian dalam joint study ataupun langsung terlibat dalam proses lelang.

Berdasarkan penuturannya, pemerintah memberikan peluang yang selebar-lebarnya.

"Silahkan gak papa lewat SKK, jangan lobi-lobi dulu aneh-aneh lagi kongkalikong itu yang biasa bikin lama," ujarnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Kementerian ESDM mengonfirmasi sedang menggodok penawaran wilayah kerja migas gelombang pertama untuk tahun 2026.

Adapun jumlah wilayah kerja yang hendak ditawarkan minimal mencapai 10 WK migas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menuturkan bahwa peluncuran lelang 10 WK migas tersebut diagendakan berlangsung dalam rangkaian acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex pada 20–22 Mei 2026.

"Nanti ajalah kami tunggu, yang jelas di seluruh Indonesia ada," ujar Laode saat ditanya sebaran lokasi WK migas yang ditawarkan ditemui di Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).

Laode memberikan kepastian bahwa 10 WK migas yang hendak disodorkan dalam ajang IPA kali ini berbeda dengan 10 WK migas yang telah ditawarkan pada bulan Maret lalu.

"Oh beda, kalau itu kan tahun 2025, ini yang gelombang 1 2026," kata Laode.

Reporter: Talita Malinda