Dorong Dekarbonisasi, Pertamina Hulu Energi Gandeng ERIA Kembangkan CCS

Kolaborasi Kembangkan Teknologi CCS/CCUS Hulu Migas (FOTO: NET)
Penulis: Talita Malinda
Jumat, 22 Mei 2026 | 11:03:13 WIB

TANGERANG - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama PT Pertamina (Persero) dan Lembaga Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA) resmi menyepakati Nota Kesepahaman (MOU) terkait pengembangan teknologi CCS/CCUS di area kerja hulu migas Pertamina.

Prosesi penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Deputy President Director & Deputy CEO Pertamina Oki Muraza, President Director PHE Awang Lazuardi, bersama Chief Operating Officer ERIA Takayuki Yamanaka di tengah perhelatan IPA Convex 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada Kamis (21/5/2026).

Sinergi ini dititikberatkan pada optimalisasi sarana yang tersedia di aspek subsurface and surface facility, sekaligus mengurai kendala dari sisi komersial maupun regulasi dalam penerapan teknologi CCS/CCUS di area operasional Pertamina.

Upaya perluasan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di sektor hulu migas ini dijalankan Pertamina lewat kemitraan strategis bersama sejumlah instansi dan korporasi global, termasuk kerja sama dengan ExxonMobil, Piscok International, dan SK Group.

Aksi nyata PHE dalam program dekarbonisasi ini mencakup beberapa strategi inti, salah satunya berpartner dengan ExxonMobil guna menggarap CCS Hub Asri Basin yang diprioritaskan pada potensi penyimpanan CO2.

Selain itu, terdapat juga implementasi injeksi CO2 melalui metode Enhanced Oil Recovery (EOR) di Lapangan Pertamina EP Sukowati, Jawa Timur, yang bertujuan memangkas emisi sekaligus mendongkrak volume produksi minyak.

PHE pun merintis sinergi di tingkat regional, yang meliputi potensi penyerapan emisi karbon dari negara tetangga seperti Singapura hingga jalinan kerja sama dengan korporasi asal Korea Selatan, POSCO.

Inovasi teknologi ini diproyeksikan bakal menjadi pilar krusial dalam komitmen transisi energi guna merealisasikan target Net Zero Emission (NZE).

Reporter: Talita Malinda