SKK Migas Laporkan Produksi Gas Bumi Capai 95 Persen Target APBN
JAKARTA - Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memaparkan bahwa realisasi produksi gas bumi per 31 Mei 2026 telah menyentuh angka 95 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar 984 ribu barel setara minyak per hari.
“Untuk gas, alhamdulillah kami hampir mencapai target. Rata-rata sudah mencapai 95 persen dari target APBN,” ujar Djoko Siswanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
Merujuk pada data operasional per 31 Mei 2026, produksi gas tercatat sebesar 6.550 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day), dengan perincian capaian bulanan: Januari sebesar 6.459 MMSCFD, Februari sebesar 6.667 MMSCFD, Maret sebesar 6.659 MMSCFD, April sebesar 6.807 MMSCFD, serta Mei sebesar 6.179 MMSCFD.
Adapun proyeksi produksi gas hingga penghujung tahun 2026 dipatok sebesar 6.787 MMSCFD.
Lebih lanjut, Djoko Siswanto mengungkapkan adanya penemuan cadangan gas bumi raksasa oleh perusahaan energi asal Italia, ENI, di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, dengan potensi mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.
“Sisa pengeboran eksplorasi sebanyak 34 sumur. Mudah-mudahan ini akan discovery (temuan) gas dan minyak, terutama minyak yang di Bobara untuk pengeboran antara Petronas, Total, dan Pertamina. Targetnya adalah minyak raksasa,” kata Djoksis, sapaan akrabnya.
Per 31 Mei 2026, Djoksis mencatat total produksi minyak, kondensat, dan Natural Gas Liquid (NGL) mencapai 576,2 ribu barel minyak per hari (MBOPD).
Secara mendetail, realisasi produksi minyak sebesar 491,3 ribu BOPD, kondensat sebesar 55,8 ribu BOPD, serta NGL sebesar 29,1 ribu BPD.
Djoko Siswanto memproyeksikan produksi minyak, kondensat, dan NGL hingga akhir 2026 berada di kisaran 600–610 ribu BOPD, sejalan dengan target produksi minyak dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 610 ribu BOPD.