Koperasi Desa Merah Putih Berperan Penting dalam Ekosistem Energi Bersih

Koperasi Desa Merah Putih. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Rabu, 10 Juni 2026 | 12:49:22 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan menyatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di lingkup pedesaan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, serta Direktur Utama PT PLN (Persero) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (08/06/2026).

Menurut Rokhmat, jejaring Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar luas di berbagai wilayah dapat diberdayakan untuk membangun ekosistem EBT yang berbasis pada masyarakat.

Ia berpendapat bahwa koperasi memiliki kesempatan untuk mengelola berbagai sumber energi terbarukan di sekitar desa, mulai dari bioenergi, PLTS, hingga pengolahan sampah menjadi energi.

"Kami punya Koperasi Merah Putih yang jumlahnya cukup banyak. Bagaimana memanfaatkan Koperasi Merah Putih ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun ekosistem energi baru terbarukan," ujar Rokhmat.

Salah satu potensi yang ditekankan adalah pemanfaatan minyak jelantah.

Menurutnya, limbah minyak goreng rumah tangga yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi bahan baku energi bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung pengembangan EBT di desa.

"Sebagai contoh, di desa-desa itu banyak minyak jelantah ya. Bagaimana minyak jelantah ini dirubah, manfaatnya menjadi untuk avtur," katanya.

Di luar minyak jelantah, Rokhmat melihat peluang besar bagi pengembangan PLTS dan bioenergi melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, koperasi dapat menjadi garda terdepan pembangunan EBT karena memiliki jaringan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kemudian Koperasi Merah Putih juga bisa dimanfaatkan dalam pengembangan ekosistem bio-energi seperti PLTS, Bu. Kemudian kami rubah sampah-sampah ini, sampah-sampah ini kami rubah, bisa menjadi energi," ujarnya.

Rokhmat menjelaskan bahwa optimalisasi EBT melalui Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan energi nasional, namun juga menciptakan kegiatan ekonomi baru di tingkat desa.

Ia secara khusus mendorong sosialisasi pemanfaatan bioetanol melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk di berbagai daerah.

Menurutnya, pengembangan bioetanol, PLTS, serta berbagai program energi baru terbarukan dapat membuka peluang usaha sekaligus memperkuat kemandirian energi masyarakat desa.

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat X ini juga menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi pemerintah, PLN, dan Koperasi Desa Merah Putih untuk mempercepat pengembangan EBT di Indonesia.

"Jadi saya mengharapkan kolaborasi Dirjen Gatrik, PLN, dan Dirjen Energi Baru Terbarukan supaya menggandeng Koperasi Merah Putih. Kalau ibu butuh dukungan anggaran, kami Fraksi Partai Gerindra siap, karena energi adalah untuk masa depan bangsa dan negara, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo," tegasnya.

Selain membahas EBT dan PLTS, Rokhmat menekankan pentingnya menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Ia meminta PT PLN (Persero) untuk mencermati kondisi gardu induk serta transformator yang telah beroperasi dalam waktu lama.

Menurutnya, langkah antisipasi diperlukan guna menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di wilayah dengan kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring pemanfaatan EBT.

"Selanjutnya kepada Pak Dirut, PLN, kami berpesan, Pak hati-hati Jakarta ya Pak, jangan sampai terjadi masalah, terutama gardu induk yang usianya sudah tua-tua Pak. Kemudian trafo-trafo saya titip, dan terutama juga di dapil saya di Kuningan Ciamis Banjar Pangandaran," tutup Rokhmat.

Reporter: Talita Malinda