Koperasi Hijau Dioptimalkan untuk Capai Target 100 GW PLTS Nasional

Perwakilan Kementerian Koperasi. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Rabu, 24 Juni 2026 | 10:45:22 WIB

JAKARTA Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Yayasan Rumah Energi mempererat kolaborasi guna memacu peran koperasi sebagai motor utama transisi energi berbasis komunitas.

Langkah ini dilakukan demi mendukung target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) nasional berkapasitas 100 gigawatt (GW).

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi target nasional pembangunan 100 GW PLTS yang ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN),” kata Direktur Eksekutif Rumah Energi Sumanda Tondang dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Wujud komitmen tersebut ditunjukkan lewat diseminasi panduan pengembangan PLTS berbasis koperasi hijau dan penyampaian rekomendasi kebijakan hasil rangkaian lokakarya RISE Series.

Rekomendasi tersebut meliputi penyederhanaan regulasi, pengembangan skema pembiayaan campuran, penguatan kapasitas kelembagaan, hingga integrasi koperasi dalam agenda dekarbonisasi nasional.

Kemenkop serta Rumah Energi pun telah menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan model bisnis koperasi energi terbarukan.

Sumanda menyebutkan bahwa sejak 2021, Rumah Energi telah mengembangkan pendekatan koperasi hijau melalui riset, pendampingan, serta perumusan model bisnis energi bersih.

“Kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat implementasi berbagai model tersebut sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai aktor utama dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujarnya.

Kerja sama ini diyakini mampu mengakselerasi model yang sudah dirancang serta meningkatkan kontribusi koperasi dalam agenda energi nasional.

Koperasi kini diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat.

Harapannya, kolaborasi ini dapat membangun ekosistem koperasi hijau yang tangguh, memperkuat ketahanan energi, menciptakan peluang ekonomi lokal, dan mendukung target pengurangan emisi Indonesia.

Dalam lokakarya RISE Series, para pemangku kepentingan meninjau model bisnis PLTS berbasis koperasi yang disusun melalui proyek transisi energi berkeadilan.

Model bisnis ini mengacu pada studi di tiga lokasi percontohan, yaitu KUD Mina Fajar Sidik di Subang, KPSP Setia Kawan di Pasuruan, dan Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep.

Hasil kajian menunjukkan bahwa PLTS berbasis koperasi memiliki prospek cerah jika ditopang dengan skema pembiayaan yang tepat, model bisnis produktif, dan regulasi yang mendukung.

Dalam sesi konsultasi, para panelis dari unsur investor, pemerintah, serta lembaga riset memberikan masukan terkait aspek teknis, finansial, dan kesiapan implementasi model bisnis tersebut.

Reporter: Talita Malinda