Didier Deschamps Tinggalkan Skuad Prancis Akibat Kabar Duka
JAKARTA - Didier Deschamps dipastikan meninggalkan kamp latihan Prancis di Piala Dunia 2026 setelah mendapatkan berita duka dari keluarga.
Pelatih Les Bleus tersebut bertolak kembali ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman ibundanya.
Kepergian Didier Deschamps membuat Prancis harus bertanding tanpa kehadiran pelatih utama saat berhadapan dengan Norwegia.
Laga krusial fase grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts.
Prancis tetap berada dalam posisi yang menguntungkan menjelang pertandingan tersebut.
Les Bleus sudah memastikan satu tempat di fase gugur berkat raihan dua kemenangan beruntun.
Walaupun begitu, absennya figur utama di pinggir lapangan tetap menjadi kehilangan yang signifikan bagi skuad Prancis, terutama karena duel melawan Norwegia akan menentukan status juara Grup I.
Federasi Sepak Bola Prancis mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi ini.
Mereka mengonfirmasi bahwa Deschamps merasa sangat terpukul usai mengetahui kabar wafatnya sang ibu.
“Pelatih tim nasional sangat berduka setelah mengetahui pagi ini bahwa ibundanya telah meninggal dunia.”
Federasi juga memastikan bahwa asisten pelatih Guy Stephan akan memegang kendali tim untuk sementara waktu.
Keputusan ini diambil setelah melakukan komunikasi dengan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo.
“Dengan persetujuan Philippe Diallo, Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Didier Deschamps mempercayakan asistennya, Guy Stephan, untuk memimpin skuad hingga ia kembali.”
Federasi pun mengimbau publik untuk menghargai privasi keluarga dalam masa berkabung ini.
Guy Stephan bukanlah sosok baru dalam jajaran staf kepelatihan Prancis.
Ia telah menjadi tangan kanan Deschamps selama 14 tahun dalam menangani tim nasional.
Prancis datang ke turnamen ini dengan label sebagai salah satu unggulan kuat.
Mereka mengawali kiprah dengan kemenangan 3-1 atas Senegal, kemudian menundukkan Irak dengan skor 3-0.
Hasil imbang kontra Norwegia sudah cukup bagi mereka untuk mengunci posisi puncak grup melalui keunggulan selisih gol.
Deschamps sendiri telah menukangi tim nasional Prancis sejak tahun 2012 dan akan melepaskan jabatannya setelah Piala Dunia musim panas ini tuntas.
Selama kepemimpinannya, Prancis berkembang menjadi kekuatan elite dunia, dengan keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2018 serta mencapai partai final dalam dua edisi turnamen secara beruntun.
Sebagai pemain, Deschamps juga memiliki warisan besar bagi Les Bleus.
Mantan gelandang tersebut pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1998 serta Euro 2000 saat menjabat sebagai kapten tim.