PULAU SEMBUR - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi RI mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Inisiatif PLTS berbasis koperasi perdana di Indonesia ini akan menjadikan koperasi sebagai pengelola utama aset energi sekaligus pemacu kegiatan ekonomi warga, sehingga keuntungan yang diperoleh dapat dirasakan kembali oleh anggota serta penduduk desa.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati mengungkapkan bahwa pembangunan PLTS Kopdes Merah Putih di Pulau Sembur bisa menjadi model bagaimana energi terbarukan bukan sekadar menyediakan energi yang handal, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang kerja, serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat lewat sinergi antar-koperasi.
Dia menambahkan, saat ini perkembangan pembangunan PLTS Kopdes Merah Putih di Pulau Sembur tersebut telah menyentuh angka 80%.
“Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan dengan program KDKMP [Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih] ini telah mencapai kemajuan sekitar 80%. Kami ucapkan terimakasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” kata Nur Hidayati dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Pulau Sembur sendiri adalah pulau kecil yang terletak di gugusan Pulau Galang dan hanya bisa dicapai menggunakan transportasi laut sekitar 1 jam dari Batam.
Selama ini, penduduk di pulau tersebut belum menikmati pasokan listrik yang memadai dan masih menggantungkan kebutuhan pada genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional yang mahal.
Pulau Sembur dipilih menjadi lokasi proyek berbasis energi baru dan terbarukan ini karena memenuhi sejumlah syarat utama pengembangan Kopdes Merah Putih, yakni sudah memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan.
Selain itu, di pulau tersebut juga telah terbentuk KDKMP meski belum terkoneksi jaringan listrik.
Nur Hidayati menerangkan bahwa pada tahap awal ini, seluruh panel surya telah terpasang dan sistem baterai sudah tiba di lokasi proyek.
Untuk tahap pertama, PLTS dibuat dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai 600 kilo-watt hour (kWh).
“Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak [MWp] dengan baterai 1 megawatt-hour [MWh],” jelas Nur Hidayati.
Lebih lanjut Nur Hidayati memaparkan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembuatan fasilitas penunjang berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari.
Fasilitas itu ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal III/2026, dan akan menjadi bagian vital dalam membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI bersama Pertamina New & Renewable Energy (NRE) sebelumnya telah melakukan kunjungan pemantauan pembangunan tahap pertama PLTS Kopdes Merah Putih di Pulau Sembur Laut pada Jumat (19/6/2026).
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus menerangkan bahwa proyek tersebut menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi,” katanya.
Menurut Panel Barus, manfaat proyek tersebut juga mulai dirasakan masyarakat melalui pelibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan pembangunan.
Setelah beroperasi, produksi utama listrik dari PLTS tersebut akan diprioritaskan untuk menjalankan cold storage dan pabrik es sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau.
Dengan demikian, nelayan setempat bisa menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan.
Pengembangan PLTS KDKMP Pulau Sembur juga sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional melalui pengembangan program PLTS 100 gigawatt (GW).
Sebagai proyek percontohan, Pulau Sembur menunjukkan bagaimana energi surya, koperasi, dan ekonomi desa bisa terintegrasi dalam satu ekosistem yang memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.