Prabowo Perkuat Kepercayaan Investor Jepang dan Korea Selatan Secara Signifikan

Prabowo Perkuat Kepercayaan Investor Jepang dan Korea Selatan Secara Signifikan
Prabowo Perkuat Kepercayaan Investor Jepang dan Korea Selatan Secara Signifikan

JAKARTA - Kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia mengalami penguatan signifikan setelah rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan. 

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut lawatan tersebut berlangsung produktif dan memberikan dampak nyata terhadap persepsi dunia usaha global.

Menurut Rosan, salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya kepercayaan investor adalah keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam berdialog dengan pelaku usaha. Pendekatan ini dinilai memberikan ruang komunikasi yang terbuka dan responsif terhadap berbagai kebutuhan serta tantangan yang dihadapi investor.

Baca Juga

Kunjungan Prabowo ke Korea Selatan Bawa Investasi Rp173 Triliun ke Indonesia

“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian 'feedback'-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan sebagaimana keterangan yang diterima, Kamis.

Pertemuan Strategis dengan Ratusan Pelaku Industri Besar

Selama kunjungan tersebut, pemerintah Indonesia aktif menggelar berbagai pertemuan strategis dengan pelaku industri dari kedua negara. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha yang menunjukkan tingginya minat terhadap peluang investasi di Indonesia. Selain itu, juga dilakukan pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan besar.

Sementara di Korea Selatan, agenda pertemuan difokuskan secara lebih intensif dengan 11 perusahaan besar. Diskusi yang dilakukan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menyentuh berbagai aspek teknis terkait investasi, termasuk peluang ekspansi dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Pendekatan ini memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah Indonesia serius dalam membangun hubungan jangka panjang dengan investor. Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan tercipta kepercayaan yang lebih besar untuk mendorong realisasi investasi.

Tren Investasi Jepang dan Korea Terus Meningkat

Di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu, minat investasi dari Jepang dan Korea Selatan terhadap Indonesia justru menunjukkan tren peningkatan. Rosan mengungkapkan bahwa investasi dari Korea Selatan tumbuh rata-rata sekitar 14 persen per tahun, sementara Jepang berada di kisaran 8 hingga 9 persen per tahun.

Angka ini menjadi indikator penting bahwa Indonesia masih dianggap sebagai destinasi investasi yang menjanjikan. Stabilitas ekonomi serta potensi pasar domestik yang besar menjadi daya tarik utama bagi investor dari kedua negara tersebut.

Selain itu, kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia turut memberikan dampak positif. Lembaga ini membuka peluang bagi investor untuk melakukan investasi bersama atau co-investment, sehingga meningkatkan rasa aman dan kepercayaan dalam menanamkan modal.

Komitmen Investasi Lanjutan dari Perusahaan Global

Rosan juga mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah menindaklanjuti sejumlah rencana investasi bersama dengan perusahaan besar. Beberapa di antaranya melibatkan Lotte Chemical dan POSCO, dengan nilai investasi yang cukup signifikan.

“Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai 6 miliar dolar AS,” ungkapnya.

Selain investasi baru, banyak perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia juga menunjukkan komitmen untuk memperluas usahanya. Perusahaan seperti KCC Glass dan POSCO, misalnya, telah bersiap memasuki fase kedua investasi mereka di Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa investor tidak hanya datang untuk mencoba pasar, tetapi juga memiliki komitmen jangka panjang untuk berkembang bersama Indonesia.

Stabilitas Jadi Faktor Utama Daya Tarik Investasi

Menurut Rosan, salah satu faktor yang paling diapresiasi oleh investor adalah kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Stabilitas ini menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan 'long term commitment kepada Indonesia'. Dan ini juga diakui oleh mereka semua sehingga investasi yang masuk itu mereka malah menyampaikan untuk yang fase kedua,” jelasnya.

Kepercayaan yang meningkat ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus menarik investasi berkualitas. Pemerintah pun berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kesepakatan yang telah dicapai dapat segera direalisasikan.

“Kami meyakini ke depannya investasi yang masuk ke Indonesia ini akan terus berkembang, dan memberikan, kembali lagi yang Pak Presiden sampaikan, manfaat untuk kita semua,” pungkasnya.

Dengan hasil yang dicapai dari kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan, posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di kawasan semakin menguat. Diplomasi ekonomi yang dilakukan tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga memperkuat hubungan dengan investor global untuk jangka panjang.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9 Persen PDB

Menkeu Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9 Persen PDB

IHSG Menguat Jelang Long Weekend Didorong Sentimen Global dan Domestik

IHSG Menguat Jelang Long Weekend Didorong Sentimen Global dan Domestik

Purbaya Siapkan Subsidi Energi Rp100 Triliun, APBN Aman Sementara

Purbaya Siapkan Subsidi Energi Rp100 Triliun, APBN Aman Sementara

BI Sebut QRIS Cross Border Jadi Kunci Kerja Sama Indonesia dan Korea Selatan

BI Sebut QRIS Cross Border Jadi Kunci Kerja Sama Indonesia dan Korea Selatan

OJK Dorong Implementasi POJK Asuransi Kesehatan Berjalan Lancar dan Optimal

OJK Dorong Implementasi POJK Asuransi Kesehatan Berjalan Lancar dan Optimal