Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp12,52 Triliun, Kinerja 2025 Meningkat
- Jumat, 03 April 2026
JAKARTA - Perbaikan kinerja menjadi fokus utama sejumlah perusahaan konstruksi nasional dalam beberapa tahun terakhir, termasuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Di tengah tekanan industri dan upaya penyehatan keuangan, perusahaan pelat merah ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan melalui peningkatan kontrak baru dan efisiensi operasional.
Langkah strategis yang diambil tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mencakup pengelolaan risiko proyek, restrukturisasi utang, serta penataan ulang portofolio bisnis. Kombinasi strategi tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah dinamika sektor konstruksi.
Baca JugaThe Harvest Andalkan Inovasi dan Ekspansi Layanan untuk Kuasai Pasar Dessert
Kontrak Baru Melonjak Didominasi Proyek Pemerintah
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencatatkan progres signifikan dalam rencana penyehatan keuangan perseroan sepanjang 2025. Emiten konstruksi ini berhasil membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp12,52 triliun, melonjak dari perolehan 2024 yakni Rp9,55 triliun.
Pencapaian kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek-proyek pemerintah, mulai dari jaringan irigasi, Sekolah Rakyat (SR), hingga pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Fokus pada proyek pemerintah ini sejalan dengan strategi perseroan untuk lebih selektif dalam memilih skema pembayaran.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa perseroan kini menerapkan kebijakan ketat melalui Komite Manajemen Konstruksi untuk memastikan proyek yang dikelola memiliki skema monthly payment atau pembayaran bulanan dan menghindari proyek turnkey.
“Melalui Komite Manajemen Konstruksi, perseroan memastikan proyek yang akan dikelola tidak membebani dari segi keuangan dan rendah risiko,” tutur Ermy dalam keterangan tertulis.
Sampai dengan 31 Desember 2025, perusahaan ini mengelola 63 proyek dengan total nilai kontrak Rp31,7 triliun.
Pendapatan dan Profitabilitas Mengalami Peningkatan
Dari sisi kinerja operasional, WSKT membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp8,85 triliun pada 2025. Pendapatan tersebut dikontribusikan oleh segmen konektivitas sebesar Rp3,3 triliun, sumber daya air (SDA) Rp1,4 triliun, gedung Rp1,2 triliun, dan segmen lainnya Rp0,9 triliun.
Menariknya, meskipun beban pokok pendapatan masih mencapai Rp7,2 triliun, Waskita berhasil mengerek laba bruto sebesar 12% menjadi Rp1,58 triliun dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp1,41 triliun. Margin laba kotor (Gross Profit Margin) juga membaik ke level 18% dari posisi 13% pada 2024.
Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola biaya serta meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis.
Efisiensi Didukung Teknologi dan Transformasi Organisasi
Ermy menyebut peningkatan profitabilitas ini didorong oleh efisiensi operasional melalui implementasi lean organization dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan Waskita Intelligent Sensing System (WISENS).
Teknologi ini diklaim mampu mempercepat waktu inspeksi jalan tol hingga 40%, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan proyek infrastruktur.
Langkah transformasi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing di industri konstruksi yang semakin kompetitif.
Percepatan Restrukturisasi dan Penurunan Liabilitas
Selain penguatan operasional, manajemen Waskita Karya juga terus mengakselerasi penurunan liabilitas yang tercatat berkurang Rp2,21 triliun pada 2025. Langkah tersebut ditempuh melalui divestasi aset jalan tol dan anak usaha demi mengembalikan posisi WSKT sebagai kontraktor murni.
Beberapa aksi korporasi yang tuntas pada 2025 meliputi divestasi 94,7% saham PT Waskita Sangir Energi, pelepasan 35% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), serta divestasi 20% saham PT Waskita Modern Realty.
Terkait restrukturisasi utang, fokus utama manajemen adalah menyelesaikan Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) senilai Rp31,65 triliun yang telah disetujui 22 kreditur perbankan.
“Ke depannya, Waskita berkomitmen untuk kembali ke core business sebagai kontraktor murni demi menciptakan kegiatan operasional yang lebih sustainable dan adaptif terhadap tantangan industri,” pungkas Ermy.
Melalui langkah-langkah tersebut, Waskita Karya berupaya memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk memastikan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Persiapan TKA Berbasis Komputer SD-SMP Hampir Rampung, Ini Penjelasannya
- Jumat, 03 April 2026
Pemerintah Siapkan SDM Khusus Dukung Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan
- Jumat, 03 April 2026
Berita Lainnya
APL Perkuat Akses dan Inovasi Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Indonesia
- Jumat, 03 April 2026
Akses Tol Baru Perkuat Daya Tarik dan Investasi Kawasan Paramount Petals
- Kamis, 02 April 2026
Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Terbaru 2 April 2026 Lengkap dan Update
- Kamis, 02 April 2026
Cek Rute Tarif dan Jadwal Bus Trans Jatim April 2026 Lengkap dan Terbaru
- Kamis, 02 April 2026







.jpeg)



