Percepat Transisi Energi, Pertamina Gandeng POSCO Korea Selatan

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Rabu, 13 Mei 2026
Percepat Transisi Energi, Pertamina Gandeng POSCO Korea Selatan
Pertamina dan POSCO International. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) kian agresif dalam memperlebar jaringan internasional demi mengakselerasi transisi energi di tanah air.

 Perusahaan energi nasional ini telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan, Posco International Corporation, untuk pengembangan teknologi rendah karbon.

Langkah strategis tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada Rabu (1/4/2026) di Korea Selatan. 

Kerja sama ini menjadi bukti konkret penguatan kolaborasi bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan, terutama di sektor energi berkelanjutan.

Dikutip dari Investortrust, prosesi penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Chief Executive Officer Posco International Kye-In Lee.

 Momentum ini juga bertepatan dengan agenda kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan.

Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak akan mendalami sejumlah teknologi krusial untuk mereduksi emisi. 

Fokus utamanya mencakup pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). 

Teknologi tersebut dirancang guna menangkap serta menyimpan emisi karbon agar tidak terlepas ke atmosfer.

 Selain itu, cakupan kerja sama ini juga meliputi pengembangan amonia, hidrogen biru, serta berbagai potensi pada sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa kolaborasi global ini sangat penting guna mempercepat implementasi teknologi bersih di tanah air.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan," ujar Simon.

Dorong Ketahanan Energi Nasional 

Kerja sama ini tidak sekadar terbatas pada aspek teknis. Pertamina dan POSCO juga akan melakukan kajian mendalam terkait model bisnis, kesiapan regulasi, hingga potensi pasar guna memastikan keberlanjutan proyek di masa depan.

Sinergi ini diproyeksikan mampu mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

 Target tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global melalui keseimbangan emisi karbon.

Penerapan teknologi rendah karbon juga dipandang sebagai strategi dalam menjaga ketahanan energi nasional. 

Integrasi hidrogen biru dan CCS memungkinkan penggunaan energi yang lebih bersih tanpa mengganggu stabilitas pasokan energi di tengah tekanan global terhadap bahan bakar fosil.

Melalui kemitraan ini, Pertamina mempertegas transformasi bisnisnya dari sekadar perusahaan energi konvensional menjadi pemain aktif dalam ekosistem energi masa depan. Kolaborasi ini turut membuka pintu investasi serta transfer teknologi bagi industri energi di Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua