Kemitraan Strategis Pertamina NRE dan CUSP di Bangladesh

Kemitraan Strategis Pertamina NRE dan CUSP di Bangladesh
Energi Surya di Bangladesh. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Jalinan kemitraan strategis ini meliputi rancangan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sekaligus kans kolaborasi dalam hal operasi dan pemeliharaan (O&M). 

Kedua korporasi tersebut juga bakal melangsungkan studi kelayakan yang mengulas faktor teknis, pasar, bisnis, lingkungan, regulasi hukum, sampai analisis risiko proyek.

Langkah tersebut menjadi pijakan awal bagi kedua belah pihak demi mendalami investasi energi bersih, sekaligus merefleksikan besarnya kepercayaan pihak Bangladesh atas kapabilitas Pertamina NRE dalam memegang kendali proyek berskala internasional. 

Baca Juga

Haposan Napitupulu: Krisis Hormuz Jadi Alarm Bahaya Energi RI

Di luar dimensi komersial, kolaborasi ini turut menjembatani aktivitas transfer pengetahuan serta implementasi teknologi transisi energi.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis memaparkan bahwa sinergi internasional tersebut bertransformasi menjadi momentum krusial bagi akselerasi ekspansi bisnis perusahaan.

"Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh," ujar John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE.

John Anis mengimbuhkan bahwa penetrasi pasar ke Bangladesh ini berpeluang besar memperkokoh rekam jejak portofolio internasional perusahaan yang mana sebelumnya sudah bergulir di Filipina.

"Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh," tambah John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE.

Pihak mitra memberikan respons positif terhadap kolaborasi ini sebagai sebuah ikhtiar dalam menyuguhkan solusi energi yang efisien di Bangladesh.

"Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh," kata Ziaur Rahman, Chairman CUSP.

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri pun ikut menyerahkan sokongan penuh terhadap inisiatif investasi hijau antarkedaulatan tersebut.

"Kemitraan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentu akan memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Roy Wahab, Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI.

Lewat pengerjaan proyek ini, kedua perusahaan diharapkan sanggup memberikan kontribusi nyata pada pemenuhan target Net Zero Emission Indonesia 2060 serta akselerasi transisi energi global.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pertamina Patra Niaga: RI Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan

Pertamina Patra Niaga: RI Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan

Potensi EBT Melimpah, NTB Targetkan Lokus Utama Indonesia Timur

Potensi EBT Melimpah, NTB Targetkan Lokus Utama Indonesia Timur

Perbandingan PLTS: Malaysia Makin Progresif, Indonesia Masih Rendah

Perbandingan PLTS: Malaysia Makin Progresif, Indonesia Masih Rendah

Kampanye Bersama PLN-MRT-Transjakarta Tekan Emisi Karbon

Kampanye Bersama PLN-MRT-Transjakarta Tekan Emisi Karbon

BI Luncurkan Kalkulator Hijau Versi 2 Dukung Target NZE 2060

BI Luncurkan Kalkulator Hijau Versi 2 Dukung Target NZE 2060