Pertamina NRE Jajaki Proyek Pembangkit Solar PV di Bangladesh

Pertamina NRE Jajaki Proyek Pembangkit Solar PV di Bangladesh
Garap Pengembangan Pembangkit Solar PV. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Setelah sukses mengepakkan sayap di Filipina, Pertamina NRE (New & Renewable Energy) kembali melakukan ekspansi ke negara lain dalam hal pengembangan energi baru terbarukan. 

Langkah terbaru ini ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP) guna menjajaki potensi kerja sama sektor energi terbarukan di Bangladesh.

Kemitraan strategis tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (solar PV) sekaligus peluang kolaborasi dalam hal operasi dan pemeliharaan (O&M).

Baca Juga

Haposan Napitupulu: Krisis Hormuz Jadi Alarm Bahaya Energi RI

 Prosesi penandatanganan MoU dilaksanakan langsung oleh Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, bersama Chairman CUSP, Ziaur Rahman, di Grha Pertamina, Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, mengutarakan bahwa sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen kuat Pertamina di bidang energi serta langkah strategis untuk memperluas portofolio energi hijau di kancah internasional.

“Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” ujar John Anis di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

John mengimbuhkan, penjajakan kerja sama di Bangladesh ini juga memiliki potensi besar untuk memperkokoh rekam jejak internasional Pertamina NRE, yang mana performanya telah mencatatkan hasil positif di Filipina.

“Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” tambahnya.

Kolaborasi ini menjadi pijakan awal bagi kedua korporasi dalam memetakan peluang investasi sekaligus pembangunan proyek energi bersih di Bangladesh. 

Langkah ini juga berjalan selaras dengan agenda percepatan transisi energi serta penguatan kemitraan regional di sektor energi berkelanjutan.

Di samping itu, kerja sama ini menggambarkan besarnya kepercayaan dari pihak Bangladesh terhadap kapabilitas dan jam terbang Pertamina NRE dalam mengelola energi baru dan terbarukan, termasuk pengerjaan proyek energi surya skala besar pada level internasional.

Terkait ruang lingkup kesepakatan, kedua belah pihak bakal melangsungkan studi kelayakan yang mengulas aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, hingga analisis risiko proyek. 

Tidak hanya itu, para pihak juga akan mendalami peluang kerja sama strategis, teknis, dan komersial, termasuk di dalamnya transfer pengetahuan serta penerapan teknologi terkini terkait pengembangan energi terbarukan.

Sementara itu, Chairman CUSP, Ziaur Rahman, memandang bahwa kemitraan strategis dengan Pertamina NRE akan membuka keran sinergi yang lebih luas bagi kemajuan proyek energi surya di Bangladesh.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” kata Ziaur Rahman.

Roy Wahab, Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI, yang turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, mengapresiasi penuh inisiatif kedua perusahaan dalam memperkokoh hubungan ekonomi dan energi antara Indonesia dan Bangladesh.

“Kemitraan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentu akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Roy.

Melalui kemitraan ini, Pertamina NRE bersama CUSP berharap bisa ikut menyokong percepatan transisi energi global sekaligus menyukseskan target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Langkah ini juga sekaligus memicu akselerasi energi bersih, investasi hijau, serta pertukaran teknologi dan pengalaman untuk kedua belah pihak.

 Dengan demikian, kerja sama ini mampu melahirkan dampak positif bagi ekonomi, memperkuat ketahanan energi, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan perubahan iklim demi mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pertamina Patra Niaga: RI Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan

Pertamina Patra Niaga: RI Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan

Potensi EBT Melimpah, NTB Targetkan Lokus Utama Indonesia Timur

Potensi EBT Melimpah, NTB Targetkan Lokus Utama Indonesia Timur

Perbandingan PLTS: Malaysia Makin Progresif, Indonesia Masih Rendah

Perbandingan PLTS: Malaysia Makin Progresif, Indonesia Masih Rendah

Kemitraan Strategis Pertamina NRE dan CUSP di Bangladesh

Kemitraan Strategis Pertamina NRE dan CUSP di Bangladesh

Kampanye Bersama PLN-MRT-Transjakarta Tekan Emisi Karbon

Kampanye Bersama PLN-MRT-Transjakarta Tekan Emisi Karbon