Indonesia Miner 2026 Perkuat Ekosistem Tambang Berbasis AI dan Digital
JAKARTA – Forum industri pertambangan Indonesia Miner 2026 berhasil mempertemukan lebih dari 2.100 delegasi dari 20 negara untuk memperkuat ekosistem komoditas strategis yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pertemuan edisi keenam yang berlangsung selama tiga hari tersebut fokus merumuskan arah baru industri, mulai dari eksplorasi, operasional, hingga pengolahan dan hilirisasi tambang.
“Melalui sesi ini, kami dapat berbagi bagaimana pendekatan modular dapat membantu industri menjawab tantangan eksekusi proyek secara lebih efisien. Indonesia Miner menjadi platform yang tepat untuk berdiskusi langsung dengan pelaku industri mengenai solusi yang aplikatif,” kata Technology Manager Mining Crushers Metso, Jason Perrella, dalam keterangan pers, Rabu (20/5).
Dalam pemaparannya mengenai percepatan eksekusi proyek fasilitas pemecahan batuan, Jason menjelaskan bahwa pendekatan modular dirancang untuk menyederhanakan proses instalasi.
Solusi teknologi modern ini diyakini mampu membantu perusahaan tambang dalam mempercepat waktu operasional di lapangan dengan risiko finansial yang lebih terukur.
Konferensi ini membagi pembahasannya ke dalam tiga pilar fokus utama, yakni komoditas emas dan tembaga, logam kritis untuk transisi energi, serta sektor batu bara dan energi.
Diskusi yang dihadiri 60 pembicara ahli menyoroti integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam manajemen data untuk mendukung proses pengambilan keputusan operasional yang lebih akurat.
Selain optimalisasi teknologi dan AI, forum ini menyoroti aspek keselamatan kerja melalui manajemen risiko kelelahan berbasis sensor pemantau sinyal otak (EEG).
Penguatan sistem digital di area tambang turut diperkenalkan lewat pemanfaatan infrastruktur pencahayaan terintegrasi yang mampu menampilkan visibilitas operasional secara real-time.
Selain sisi teknis, Indonesia Miner 2026 memberikan ruang khusus untuk memperkuat pilar sosial dan tata kelola melalui pelibatan perempuan di sektor energi.
Diskusi yang diinisiasi oleh kelompok Women in Mining and Energy (WiME) Indonesia berupaya mendorong integrasi standar global untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adil.
Area pameran yang diisi oleh 46 perusahaan inovator sektor tambang menjadi motor penggerak terciptanya kemitraan strategis baru bagi pelaku usaha di sektor publik maupun swasta.
Dengan dukungan 18 sponsor utama serta sinergi bersama 15 asosiasi industri, pameran ini berhasil menciptakan ruang negosiasi yang kasual, terbuka, dan interaktif.
Indonesia Miner 2026 sukses menegaskan perannya sebagai katalisator dalam merespons tantangan global dan membuka peluang investasi baru.
Kolaborasi dari seluruh rantai nilai diharapkan mampu mendorong industri pertambangan nasional menjadi jauh lebih progresif, adaptif, serta ramah lingkungan.