Ditjen EBTKE Uji Spesifikasi BBM dari Sampah untuk Dikomersialkan

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 22 Mei 2026
Ditjen EBTKE Uji Spesifikasi BBM dari Sampah untuk Dikomersialkan
BBM dari Sampah Dikomersialkan. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiyani Dewi, mengungkapkan bahwa Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) hasil pirolisis sampah plastik dapat dikomersialkan kepada masyarakat.

“Kalau sudah identifikasi spek secara cepat, bisa menjual dengan harga B2B [Business-to-Business]. Off-taker-nya boleh masyarakat. Kan dispesifikasikan tadi, makanya kami akan sebut dia memang cocok masuk CN48, atau spek CN48,” ungkap Eniya di sela-sela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).

Eniya menambahkan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 mengenai pengolahan sampah menjadi energi terbarukan menetapkan tiga produk akhir.

“Yang pertama [produk] menghasilkan listrik, yang kedua menghasilkan bioenergi. Bioenergi itu mau RTF [Renewable Transport Fuel], biogas, biomassa, dan lain-lain yang dihasilkan dari organiklah,” katanya.

“Satu lagi adalah BBMT. BBMT itu adalah bahan bakar minyak terbarukan. Dihasilkan dari pyrolisis plastic,” tambahnya.

Saat ini, Ditjen EBTKE telah mengambil sampel dari 12 lokasi yang telah memproduksi BBMT untuk dikelompokkan berdasarkan cetane number (angka setana).

“Nah ini yang perlu saya klarifikasi, ini saya sampling semua. Pihak kami yang men-sampling sekarang. Pihak kami membawa sampling terus nanti diuji di Lemigas,” ungkap dia.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta TNI.

“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kami kerja sama lagi [sampah jadi BBM] dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, terdapat enam lokasi proyek, termasuk di Bantargebang, Bandung, dan Bali.

Berbeda dengan PSEL yang menggunakan sampah baru, proyek BBM ini mengolah tumpukan sampah yang sudah menggunung.

“Kami sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM,” ucap Zulhas. 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua