Perkuat Portofolio Hijau, PT SMI Biayai PLTS Grup Indika Energy

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 11 Juni 2026
Perkuat Portofolio Hijau, PT SMI Biayai PLTS Grup Indika Energy
pt smi kucurkan kredit syariah Anak Usaha Indika. ( Sumber : NET )

JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mempertebal komitmen pendanaan hijau dalam rangka akselerasi transisi energi nasional.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan ini resmi menyalurkan pembiayaan syariah senilai Rp950 miliar kepada dua anak usaha Grup Indika Energy, yaitu PT Indika Empat Mitra Surya (IEMS) dan PT Empat Mitra Indika Cahaya (EMIC).

Alokasi dana jumbo tersebut ditujukan khusus untuk mendukung pengembangan dan instalasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai lokasi strategis di Indonesia, dengan membidik ceruk pasar segmen komersial dan industri (Commercial & Industrial/C&I).

Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J. Gani memaparkan, struktur pendanaan ini menggunakan skema Line Facility Musyarakah Mutanaqisah (MMq).

Instrumen ini ditujukan untuk aktivitas refinancing syariah atas proyek-proyek PLTS yang akan disewakan kepada mitra, offtaker, maupun pengguna akhir di berbagai wilayah.

“Instrumen pembiayaan syariah dapat menjadi solusi yang kompetitif untuk mempercepat adopsi PLTS pada segmen pasar komersial dan industri yang pertumbuhannya semakin pesat,” ujar Sylvi dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (10/6/2026).

Sylvi menambahkan, kolaborasi ini menandai perluasan relasi strategis PT SMI dengan Grup Indika Energy, sekaligus memperkokoh portofolio pembiayaan hijau perseroan di sektor infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).

Direktur PT IEMS dan PT EMIC Yovie Priadi menilai kucuran likuiditas dari PT SMI menjadi landasan krusial bagi akselerasi ekspansi portofolio solar panel Grup Indika Energy.

Melalui skema MMq tersebut, IEMS dan EMIC dapat memperluas jangkauan pembangunan dan penyewaan PLTS tanpa harus membebani pelaku usaha atau pengguna akhir dengan modal investasi awal yang besar (zero upfront capex).

“Dukungan pembiayaan PT SMI akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam memperluas layanan PLTS tanpa investasi awal bagi pelanggan. Sehingga, semakin banyak pelaku industri dapat beralih ke energi bersih dengan lebih cepat dan efisien,” kata Yovie.

Model bisnis sewa guna ini dinilai selaras dengan target bauran energi nasional pemerintah, sekaligus membantu sektor industri melakukan efisiensi biaya operasional konsumsi listrik di tengah dinamika ketenagalistrikan global.

Aliansi strategis ini kian mempertegas peran sentral PT SMI yang ditunjuk pemerintah sebagai manajer platform nasional Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ETM Country Platform Manager).

Sebagai agregator pembiayaan hijau, rekam jejak PT SMI dalam menyokong dekarbonisasi terbilang masif.

Otoritas mencatat hingga periode Maret 2026, PT SMI telah menggelontorkan total akumulasi pembiayaan mencapai Rp27,6 triliun khusus untuk mendanai berbagai proyek energi terbarukan di seluruh tanah air.

Adapun prosesi seremonial penandatanganan perjanjian pembiayaan bernilai miliaran rupiah ini telah dituntaskan secara resmi oleh Sylvi J. Gani dan Yovie Priadi pada Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Kantor Pusat PT SMI, Sahid Sudirman Center, Jakarta.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua