Meta Jajaki Energi Matahari Antariksa untuk Sokong Infrastruktur AI

ilustrasi energi matahari
Penulis: Talita Malinda
Rabu, 29 April 2026 | 12:22:30 WIB

JAKARTA – Perusahaan teknologi Meta jajaki energi matahari antariksa sebagai solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan daya listrik pusat data AI yang terus meningkat.

Langkah ini diambil mengingat konsumsi listrik dari beban kerja kecerdasan buatan melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Teknologi ini bekerja dengan menangkap sinar matahari di luar angkasa kemudian mengirimkannya kembali ke bumi menggunakan gelombang mikro.

"Kebutuhan daya untuk AI sangat besar, dan energi matahari berbasis ruang angkasa menawarkan potensi pasokan listrik yang konstan dan tidak terputus oleh cuaca atau waktu," ujar Mark Zuckerberg, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).

Mark Zuckerberg berpendapat bahwa eksplorasi teknologi luar angkasa menjadi prioritas jangka panjang perusahaan untuk mencapai target emisi nol bersih pada 2030.

Efisiensi panel surya di orbit bumi diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan instalasi darat yang terhalang atmosfer.

Meta berencana menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan kedirgantaraan untuk mengembangkan prototipe satelit transmisi daya.

Investasi besar ini dilakukan untuk memastikan operasional pusat data tetap berjalan meski beban komputasi AI meningkat 10 kali lipat.

Para ilmuwan di internal perusahaan saat ini tengah mengkaji risiko teknis dan biaya peluncuran infrastruktur tersebut.

Sistem pengiriman daya nirkabel ini diharapkan dapat terintegrasi langsung dengan jaringan listrik pusat data global milik Meta.

Jika berhasil, proyek ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam pemanfaatan sumber daya luar angkasa untuk keperluan industri teknologi.

Diversifikasi energi dianggap sebagai strategi paling aman untuk menghindari krisis listrik di masa mendatang.

Reporter: Talita Malinda