JAKARTA – Kebijakan bea masuk LPG 0 persen disambut baik Kemenperin sebagai langkah strategis memperkuat daya saing serta efisiensi operasional industri petrokimia nasional.
Langkah ini dianggap mampu meringankan beban biaya bahan baku bagi perusahaan-perusahaan yang mengandalkan gas cair tersebut dalam proses produksinya.
Feni menceritakan, kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri dengan memberikan kepastian pasokan energi yang kompetitif.
"Tentu ini jadi kabar baik bagi sektor industri petrokimia karena LPG merupakan salah satu bahan baku utama, dengan bea masuk 0 persen maka struktur biaya mereka akan lebih efisien," ujar Feni Martina, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Penurunan tarif tersebut diharapkan merangsang munculnya investasi baru pada sektor kimia hulu yang selama ini terkendala tingginya biaya logistik dan energi.
Pemerintah juga memproyeksikan adanya peningkatan utilisasi pabrik petrokimia yang sempat melambat akibat fluktuasi harga energi di pasar internasional.
Kemenperin terus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan regulasi ini berjalan tepat sasaran bagi para pelaku usaha.
Optimalisasi industri petrokimia menjadi kunci bagi ketahanan ekonomi nasional melalui penyediaan bahan baku bagi industri manufaktur lainnya di tanah air.