SURABAYA – Dishub Surabaya berkolaborasi dengan Utomo Charge Plus menyediakan fasilitas SPKLU di lima lokasi strategis guna mempercepat transisi kendaraan listrik di kota.
Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung bagi warga yang mulai beralih menggunakan moda transportasi berbasis baterai.
Trio Wahyu Bowo berpendapat, bahwa kehadiran stasiun pengisian daya ini berfungsi sebagai sarana krusial dalam menunjang program elektrifikasi kendaraan yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Nah kebetulan yang sudah siap ini adalah di TIJ ini, jadi pagi ini kita resmikan secara sederhana agar bisa dimanfaatkan oleh warga kota atau umum,” kata Trio Wahyu Bowo, saat ditemui di TIJ, Selasa (5/5/2026).
Titik pengisian energi tersebut kini tersebar di beberapa kawasan vital seperti Gedung Siola hingga Park and Ride di Jalan Mayjend Sungkono.
Area Terminal Intermoda Joyoboyo dipilih sebagai lokasi pertama yang siap melayani pengisian daya bagi masyarakat umum maupun bus listrik milik pemkot.
Anthony Utomo menjelaskan bahwa pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat kepadatan lalu lintas dan kemudahan akses bagi para pengguna jalan.
Kerja sama ini dijalankan melalui skema kemitraan yang tidak menyedot anggaran pendapatan belanja daerah dalam proses pengadaannya.
Masyarakat hanya perlu membayar tarif sekitar 2.467 rupiah per KwH sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh kementerian terkait.
Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri warga Surabaya untuk memiliki kendaraan yang lebih hijau dan hemat energi.
Pemerintah kota saat ini telah mengoperasikan sebanyak 13 unit bus listrik sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik masa depan.
Keberadaan stasiun pengisian di titik-titik ramai diharapkan dapat mengatasi kekhawatiran pengendara akan kehabisan daya saat berada di tengah perjalanan.
Pihak penyedia layanan juga berencana melakukan ekspansi ke wilayah lain di Surabaya jika tahap awal ini menunjukkan hasil yang positif.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya besar dalam menekan tingkat polusi udara serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak secara bertahap.