Mengapa ALVA Lebih Pilih Baterai Tanam Dibanding Sistem Swap?

ALVA: Sistem Swap Battery Kurang Cocok untuk Motor Listrik Indonesia (FOTO: NET)
Penulis: Talita Malinda
Jumat, 22 Mei 2026 | 11:06:12 WIB

JAKARTA - Pilihan teknologi baterai untuk motor listrik yang dipasarkan di Indonesia saat ini sudah semakin bervariasi.

Selain dari segi kapasitas serta jenis baterai yang diterapkan, metode pengisian dayanya pun menawarkan opsi yang berbeda.

Terdapat motor listrik yang daya baterainya dapat diisi secara langsung lewat perangkat charger, dan ada pula yang menerapkan sistem penukaran baterai atau swap.

Chief Marketing Officer (CMO) ALVA, Putu Swaditya Yudha, menyatakan bahwa metode pengisian daya baterai motor listrik secara langsung memakai charger adalah yang paling sesuai untuk diterapkan di Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan pola pemakaian motor listrik oleh masyarakat Indonesia memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

"Di luar negeri kebanyakan motor listrik digunakan untuk mobilitas jarak pendek. Tapi di Indonesia motor listrik ini harus bisa dipakai cukup jauh dalam satu kali pengisian daya," buka Adit sapaan akrab Putu Swaditya Yudha.

Berlandaskan faktor tersebut, Adit menilai bahwa mekanisme pengisian daya baterai secara langsung lewat charger jauh lebih ideal untuk pasar Indonesia.

"Kenapa? Karena sampai hari ini (18:13) baterai swap itu punya keberatasan," ujarnya.

Faktor keterbatasan utama pada model baterai swap terletak pada ukuran dimensinya.

Baterai yang mengusung sistem swap umumnya dirancang dengan ukuran yang tidak terlalu besar serta memiliki bobot ringan demi memberikan kemudahan saat proses penukaran.

Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak pada kapasitas daya baterai yang terpasang menjadi kurang maksimal.

Konsekuensinya, daya jelajah yang dapat ditempuh oleh motor listrik dalam satu kali pengisian menjadi kurang optimal.

Alasan inilah yang mendasari pihak ALVA menilai bahwa sistem baterai cas langsung masih jauh lebih tepat digunakan di Indonesia ketimbang model swap baterai.

"Baterai tanam ini kapasitasnya bisa lebih besar yang membuat jarak tempuh dan kemampuan motornya jadi lebih maksimal," tutup Adit.

Hingga saat ini, seluruh lini motor listrik yang dipasarkan oleh ALVA mengandalkan jenis baterai yang pengisian dayanya dilakukan langsung memakai charger.

Demi meningkatkan kenyamanan para penggunanya, ALVA pun melengkapi produknya dengan charger yang daya keluarannya dapat diatur secara manual, sehingga motor tetap bisa dicas di hunian yang memiliki kapasitas listrik terbatas.

Reporter: Talita Malinda