Lewat PGTC 2026, Pertamina NRE Kenalkan Ekonomi Rendah Karbon

Ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026. (Sumber Foto: NET)
Penulis: Talita Malinda
Senin, 25 Mei 2026 | 20:59:07 WIB

BANDUNG - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), entitas subholding energi baru terbarukan Pertamina, mengenalkan konsep perdagangan karbon (carbon trading) kepada para mahasiswa dalam acara Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Upaya ini dijalankan seiring dengan menguatnya atensi dunia terhadap permasalahan perubahan iklim serta percepatan transisi energi menuju ekonomi rendah karbon.

Agenda PGTC 2026 yang bertajuk “Energizing Acceleration for Future Impact” ini menjadi wadah pertemuan antara sektor industri dan mahasiswa guna mendiskusikan tantangan serta peluang energi di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Pertamina NRE menyediakan stan interaktif sebagai sarana edukasi mengenai perdagangan karbon, reduksi emisi melalui kredit karbon, hingga pengembangan proyek energi rendah karbon untuk menyokong target net zero emission (NZE) 2060 Indonesia.

“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina New & Renewable Energy, Sri Nur Hidayati dikutip Minggu (24/5/2026).

Perdagangan karbon adalah sistem yang memacu penurunan emisi melalui mekanisme jual-beli kredit emisi.

Pihak yang mampu menekan emisi secara signifikan dapat menjual kredit karbon kepada pihak lain yang tingkat emisinya masih tinggi.

Skema ini mampu memotivasi lebih banyak pihak untuk mengurangi emisi karena terdapat nilai ekonomi di dalamnya.

Di sisi lain, publik juga dapat terlibat lewat program carbon offset atau kompensasi emisi karbon.

Mekanisme ini dijalankan dengan mendukung berbagai proyek penurunan emisi, seperti penanaman pohon atau pengembangan energi bersih guna mengompensasi emisi dari aktivitas harian.

Sri menyebut tren green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan terus tumbuh pesat seiring tingginya fokus global pada energi bersih dan keberlanjutan.

Hal tersebut menciptakan peluang bagi generasi muda untuk membangun kompetensi di sektor energi masa depan.

Ia menilai bahwa transisi energi tidak sekadar menyajikan tantangan bagi pelaku industri, tetapi juga memicu kebutuhan tenaga kerja baru dengan keahlian yang relevan terhadap teknologi rendah karbon serta keberlanjutan.

Sebelumnya, Pertamina NRE pun gencar melakukan kampanye pengurangan emisi melalui program carbon offset berkolaborasi dengan aplikasi Livin’ by Mandiri.

Lewat kerja sama tersebut, masyarakat diajak mengenal mekanisme kompensasi emisi karbon dengan membeli kredit karbon untuk mendukung proyek penurunan emisi yang terverifikasi.

Reporter: Talita Malinda