Respons Bahlil Terkait Wacana Insentif Pasca Kenaikan Harga Pertamax

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber Foto: suara.com)
Penulis: Talita Malinda
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:20:26 WIB

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah hingga saat ini belum mengambil keputusan terkait pemberian insentif bagi masyarakat sebagai dampak dari kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Meski begitu, ia mengakui bahwa pemerintah saat ini sedang mendalami kajian mengenai pemberian insentif, walaupun hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan kenaikan harga Pertamax.

"Kami belum ada keputusan sama sekali, kami lagi lakukan kajian," kata Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis malam (11/6/2026).

Menurutnya, pemerintah tengah menyusun berbagai kajian terkait opsi insentif.

Namun, fokus utama pemerintah tetap ditujukan bagi masyarakat kelompok ekonomi bawah.

Ia menilai bahwa pengguna BBM non-subsidi pada umumnya merupakan masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih mapan dibandingkan kelompok kurang mampu yang masih membutuhkan subsidi.

"Yang penting adalah kami itu menjaga saudara-saudara kami yang ekonomi ke bawah. Ini subsidi sementara yang non subsidi ini saudara-saudara kami yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik dari saudara-saudara yang memang harus disubsidi"

Jika nantinya insentif diberikan, Bahlil menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah guncangan ekonomi saat ini.

Terkait kenaikan harga BBM non-subsidi, Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut dilakukan mengikuti mekanisme pasar.

Ia memastikan perhitungan harga telah dilakukan secara bijak oleh PT Pertamina bersama badan usaha dan pelaku bisnis lainnya.

Reporter: Talita Malinda